PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja perdagangan saham selama sepekan pada periode 19–23 Januari 2026 ditutup bervariasi. Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan, kenaikan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian yang meningkat 9,32%.
Rata-rata volume transaksi harian bursa pada pekan tersebut naik menjadi 65,73 miliar lembar saham dari 60,13 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Sejalan dengan itu, rata-rata nilai transaksi harian juga meningkat 3,59% menjadi Rp33,85 triliun dibandingkan Rp32,67 triliun pada pekan lalu.
Namun, rata-rata frekuensi transaksi harian justru menurun 2,66% menjadi 3,75 juta kali transaksi dari 3,86 juta kali transaksi pada sepekan sebelumnya.
Dari sisi indeks, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,37% sepanjang pekan dan ditutup di level 8.951,010 dari posisi 9.075,406 pada pekan sebelumnya. Meski demikian, Kautsar menyebut IHSG sempat mencetak level tertinggi sepanjang masa dengan penutupan di 9.134,700 pada Selasa, 20 Januari 2026.
Kapitalisasi pasar BEI turut mengalami perubahan, turun 1,62% menjadi Rp16.244 triliun dari Rp16.512 triliun pada sepekan sebelumnya.
Selain itu, BEI mencatat investor asing pada Jumat, 23 Januari 2026 membukukan beli bersih sebesar Rp759 miliar. Sepanjang tahun 2026 hingga tanggal tersebut, nilai beli bersih investor asing tercatat Rp4,05 triliun.
Pada perdagangan Jumat (23/1/2026), IHSG ditutup melemah di level 8.951,01, turun 41,17 poin atau 0,46% dibandingkan penutupan sebelumnya. Sejak awal perdagangan, indeks bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah, dibuka di 9.031,49 dan sempat menyentuh level tertinggi harian 9.039,67 sebelum berbalik turun hingga level terendah 8.837,83.
Aktivitas perdagangan pada hari itu tercatat ramai. Di seluruh pasar, volume transaksi mencapai 641,55 juta lot dengan nilai perdagangan Rp32,05 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 3,32 juta kali.

