BERITA TERKINI
Perang Iran-AS Bergeser Jadi Uji Ketahanan Ekonomi, Harga Minyak Melonjak dan Logistik Terganggu

Perang Iran-AS Bergeser Jadi Uji Ketahanan Ekonomi, Harga Minyak Melonjak dan Logistik Terganggu

Konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kian mengarah pada pertanyaan utama: pihak mana yang mampu bertahan lebih lama di tengah penderitaan yang semakin dalam. Perang ini dinilai tidak lagi semata-mata menjadi adu kekuatan militer, tetapi turut berubah menjadi pertarungan ketahanan ekonomi dengan dampak yang mengguncang stabilitas global.

Menurut laporan AP News pada Kamis (19/3), Iran disebut telah menemukan cara yang efektif untuk mengeksploitasi kerentanan terbesar AS, yakni melalui destabilisasi ekonomi dunia. Dampaknya terlihat pada lonjakan harga minyak yang mendekati USD 120 per barel, level tertinggi sejak 2022, yang memicu kepanikan di pasar.

Kenaikan harga gas yang drastis turut mengguncang konsumen. Pada saat yang sama, jalur logistik internasional dilaporkan mengalami gangguan serius, menambah tekanan terhadap aktivitas ekonomi lintas negara.

Presiden AS Donald Trump merespons gejolak tersebut dengan sikap yang digambarkan ambigu. Ia sempat menenangkan pasar dengan mengisyaratkan perang akan berlangsung “jangka pendek”, yang disebut ikut menurunkan harga minyak ke kisaran USD 90 per barel. Namun, Trump juga menyatakan serangan akan terus dilanjutkan hingga kemenangan akhir tercapai.

Sementara itu, Iran dilaporkan harus menanggung kerusakan besar akibat gempuran udara AS dan Israel yang disebut berlangsung nyaris tanpa henti. Situasi ini memperlihatkan bahwa selain pertempuran di medan perang, ketahanan ekonomi dan dampaknya terhadap pasar global menjadi faktor yang semakin menentukan dalam konflik tersebut.