BERITA TERKINI
Pentagon Rilis Strategi Pertahanan Baru: Fokus ke Belahan Barat, Sekutu Diminta Ambil Beban Lebih Besar

Pentagon Rilis Strategi Pertahanan Baru: Fokus ke Belahan Barat, Sekutu Diminta Ambil Beban Lebih Besar

Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon merilis Strategi Pertahanan Nasional terbaru pada Jumat (23/1/2026) malam. Dokumen ini menandai pergeseran prioritas pertahanan AS, dengan penekanan pada dominasi di Belahan Barat serta dorongan agar sekutu-sekutu AS mengambil tanggung jawab lebih besar atas keamanan mereka sendiri.

Strategi setebal 34 halaman tersebut dinilai menampilkan nada yang lebih politis dibandingkan dokumen serupa sebelumnya, karena secara terbuka mengkritik mitra-mitra AS di Eropa dan Asia yang dinilai terlalu bergantung pada pemerintahan AS terdahulu untuk subsidi pertahanan. Pentagon menyatakan pendekatan baru ini menuntut perubahan tajam dalam cara pandang, fokus, dan nada kebijakan.

Dalam dokumen itu, Pentagon menegaskan sekutu-sekutu AS perlu menanggung beban yang lebih besar dalam menghadapi ancaman negara-negara seperti Rusia dan Korea Utara. Kalimat pembuka strategi itu menyebut bahwa selama bertahun-tahun pemerintah AS dinilai telah mengabaikan, bahkan menolak, untuk mengutamakan rakyat AS dan kepentingan konkret mereka.

Rilis strategi ini muncul setelah sepekan ketegangan antara pemerintahan Presiden Donald Trump dan sejumlah sekutu tradisional di Eropa. Ketegangan tersebut mencakup ancaman penerapan tarif terhadap beberapa mitra Eropa terkait upaya memperoleh Greenland, sebelum kemudian diumumkan adanya kesepakatan yang meredakan situasi.

Di tengah persepsi sebagian sekutu bahwa sikap AS kian tidak bersahabat, strategi baru juga memuat pernyataan Pentagon di bawah Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengenai kesiapan menyediakan langkah-langkah konkret untuk menjamin akses militer dan perdagangan AS ke wilayah strategis, termasuk Greenland dan Terusan Panama.

Dokumen itu juga menyinggung hubungan dengan negara-negara tetangga AS. Setelah ketegangan di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney, strategi tersebut mendorong kerja sama dengan Kanada dan negara-negara lain di sekitar AS, namun tetap disertai peringatan keras. Pentagon menyatakan AS akan terlibat dengan itikad baik, tetapi akan memastikan para mitra menghormati dan menjalankan peran mereka dalam mempertahankan kepentingan bersama. Jika tidak, AS menyatakan siap mengambil tindakan yang terfokus dan tegas untuk memajukan kepentingannya.

Strategi Pertahanan Nasional terakhir diterbitkan pada 2022 di bawah Presiden Joe Biden, yang menempatkan China sebagai “tantangan utama” bagi AS. Dalam strategi terbaru, posisi China digambarkan berbeda: China dipandang sebagai kekuatan mapan di kawasan Indo-Pasifik yang perlu dicegah agar tidak mendominasi AS atau sekutunya, namun bukan untuk didominasi atau dipermalukan.

Dokumen itu menyebut Presiden Trump menginginkan perdamaian yang stabil, perdagangan yang adil, dan hubungan yang saling menghormati dengan China, sejalan dengan upaya meredakan perang dagang yang dipicu tarif tinggi. Strategi tersebut juga menyatakan AS akan membuka jangkauan komunikasi militer-ke-militer yang lebih luas dengan angkatan bersenjata China.

Meski demikian, dokumen baru tidak menyebut atau memberikan jaminan apa pun kepada Taiwan, pulau yang memiliki pemerintahan sendiri namun diklaim oleh Beijing dan dinyatakan akan diambil dengan kekuatan jika perlu. Dalam perbandingan, strategi 2022 menyatakan AS akan mendukung pertahanan diri asimetris Taiwan. Di sisi lain, AS disebut terikat oleh undang-undangnya sendiri untuk memberikan dukungan militer kepada Taiwan.

Dalam contoh lain pelimpahan tanggung jawab keamanan regional, dokumen itu menyatakan Korea Selatan dinilai mampu memikul tanggung jawab utama untuk menangkal Korea Utara, dengan dukungan AS yang tetap krusial namun lebih terbatas.

Di kawasan Belahan Barat, strategi baru menekankan bahwa AS akan aktif dan tegas mempertahankan kepentingannya, termasuk menyoroti akses ke Terusan Panama dan Greenland. Penekanan ini muncul beberapa hari setelah Trump menyatakan telah mencapai kerangka kerja kesepakatan masa depan terkait keamanan Arktik dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, yang disebut akan memberi AS akses penuh ke Greenland, wilayah milik Denmark yang merupakan sekutu NATO.

Trump sebelumnya juga menyatakan AS seharusnya mempertimbangkan untuk mengambil kembali kendali atas Terusan Panama, dengan tuduhan bahwa Panama telah menyerahkan pengaruh kepada China. Saat ditanya apakah opsi merebut kembali terusan masih ada, Trump tidak menjawab tegas, namun menyiratkan opsi tersebut tetap terbuka.

Pentagon turut memuji operasi yang menggulingkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro pada awal bulan ini, seraya menyatakan bahwa semua narko-teroris harus memperhatikan hal tersebut.

Untuk Eropa, strategi Pentagon menyebut Rusia akan tetap menjadi ancaman berkelanjutan namun masih dapat dikelola bagi negara-negara anggota NATO di kawasan timur dalam waktu mendatang. Pada saat yang sama, dokumen itu menyatakan sekutu-sekutu NATO kini jauh lebih kuat dan berada pada posisi yang sangat baik untuk mengambil tanggung jawab utama atas pertahanan konvensional Eropa.

Pentagon menegaskan AS akan tetap memainkan peran kunci di NATO, tetapi akan menyesuaikan penempatan dan aktivitas kekuatan militernya di Eropa agar lebih fokus pada prioritas yang lebih dekat dengan wilayah sendiri. AS juga telah mengonfirmasi pengurangan jumlah pasukan di perbatasan NATO dengan Ukraina, sementara sejumlah sekutu menyatakan kekhawatiran bahwa pengurangan lebih drastis dapat menciptakan kekosongan keamanan di tengah meningkatnya agresivitas Rusia.