BERITA TERKINI
Pencatatan Buku Kas Sederhana Dinilai Membantu Nelayan Menghitung Laba Bersih

Pencatatan Buku Kas Sederhana Dinilai Membantu Nelayan Menghitung Laba Bersih

Cirebon — Model pencatatan keuangan sederhana dinilai dapat menjadi solusi bagi nelayan skala kecil untuk mengetahui keuntungan bersih secara lebih jelas. Pencatatan yang mudah dipahami dianggap penting karena tidak semua nelayan memiliki latar belakang akuntansi.

Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum dan Perencanaan Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Syiber Syekh Nutjati Cirebon, Dr. Hj. Dewi Fatmasari, S.E., M.Si, menekankan perlunya sistem pembukuan yang praktis dan aplikatif. Menurutnya, pengelolaan keuangan usaha perikanan tidak harus rumit, asalkan dilakukan secara konsisten.

Dewi menjelaskan, model pencatatan paling sederhana yang bisa diterapkan adalah buku kas harian. “Model pencatatan keuangan yang sederhana bisa menggunakan buku kas, di dalamnya ada tanggal, keterangan transaksi, jumlah pemasukan, pengeluaran, dan saldo sisa,” ujarnya, Selasa, 3 Maret 2026.

Dalam praktiknya, setiap uang yang masuk dari hasil tangkapan dicatat sebagai pemasukan. Sementara itu, biaya operasional seperti bahan bakar, es batu, atau perawatan perahu dicatat sebagai pengeluaran.

Dari catatan tersebut, nelayan dapat melihat selisih antara pemasukan dan pengeluaran sebagai gambaran laba bersih. Dengan cara ini, mereka dapat menilai apakah usaha yang dijalankan menghasilkan keuntungan atau justru mengalami kerugian.

Dewi menambahkan, konsistensi mencatat transaksi menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan keuangan sederhana. Tanpa pencatatan rutin, nelayan akan kesulitan memantau arus kas dan perkembangan usahanya.

Ia berharap penerapan model buku kas sederhana dapat meningkatkan kesadaran nelayan tentang pentingnya manajemen keuangan. Dengan pengelolaan yang tertib, usaha perikanan skala kecil di wilayah pesisir diharapkan menjadi lebih mandiri dan berkelanjutan.