Pemerintah Provinsi Bengkulu memperkuat literasi keuangan syariah bagi aparatur sipil negara (ASN) melalui kegiatan edukasi bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah. Upaya ini dilakukan untuk mendorong pengelolaan keuangan yang lebih bijak serta memperluas pemahaman terhadap layanan keuangan syariah.
Staf Ahli Gubernur Bengkulu Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Zahirman Aidi, mengatakan Pemprov Bengkulu bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bengkulu terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Menurutnya, peningkatan literasi dan inklusi keuangan menjadi bagian penting dalam mendukung kemampuan ASN mengelola keuangan secara tepat, sekaligus menghindari berbagai bentuk kejahatan finansial yang kian berkembang.
Selain itu, penguatan pemahaman terhadap produk dan layanan keuangan syariah diharapkan dapat mendorong pemanfaatan instrumen keuangan yang sesuai prinsip syariah, baik untuk perencanaan keuangan jangka pendek maupun jangka panjang.
Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Ayu Laksmi Syntia Dewi, menegaskan OJK memiliki tanggung jawab untuk memastikan sektor keuangan syariah berkembang secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Edukasi bagi ASN yang berlangsung di Bengkulu pada Rabu tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan formal, sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap industri jasa keuangan syariah di daerah. Kegiatan ini juga termasuk dalam Gerakan Nasional Cerdas Keuangan yang bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan agar masyarakat mampu mengambil keputusan finansial secara tepat.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan penyerahan simbolis tabungan haji dan umrah dari Bank Syariah Indonesia dan Bank Fadhilah kepada perwakilan peserta literasi keuangan syariah.

