Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo menjalin kerja sama dengan Bank SulutGo (BSG) untuk mempercepat digitalisasi tata kelola keuangan daerah, khususnya dalam penempatan dan penyaluran Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi mengatakan kerja sama tersebut juga mencakup optimalisasi pemungutan pajak dan retribusi daerah secara daring, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. Menurutnya, langkah ini merupakan upaya untuk mewujudkan pengelolaan keuangan yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel.
“Ini bukan sekadar tren, tapi keharusan dalam menjaga ketertiban administrasi keuangan kita,” kata Sofyan.
Ia mengakui penerapan transaksi elektronik di tingkat desa masih menghadapi sejumlah tantangan teknis. Meski begitu, Sofyan menyatakan optimistis target digitalisasi penuh dapat tercapai pada tahun ini. Ia juga mendorong aparat desa untuk mulai beradaptasi dengan sistem non-tunai guna meminimalkan risiko kesalahan administrasi.
“Kami akan berusaha untuk tahun ini seluruh desa di Kabupaten Gorontalo beralih ke transaksi non-tunai,” ujarnya.
Selain untuk pengelolaan APBDes, sistem daring tersebut juga diterapkan dalam pemungutan pajak dan retribusi daerah. Dengan mekanisme ini, pemerintah daerah disebut dapat memantau arus pendapatan secara real-time sekaligus memangkas proses birokrasi yang berbelit.
“Penguatan pajak dan retribusi melalui sistem online sangat krusial agar posisi pendapatan daerah bisa langsung kita ketahui secara cepat dan akurat,” kata Sofyan.

