BERITA TERKINI
Pemkab Bojonegoro Siapkan Penataan Kawasan Perkotaan dan Penguatan Ekonomi pada 2026

Pemkab Bojonegoro Siapkan Penataan Kawasan Perkotaan dan Penguatan Ekonomi pada 2026

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menyiapkan penataan kawasan perkotaan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah pada 2026. Sejumlah agenda pembangunan disusun, mulai dari pembenahan ruang terbuka hijau, penataan kawasan strategis kota, hingga penguatan pusat-pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Salah satu rencana yang menjadi perhatian adalah penataan ulang Pasar Kota Bojonegoro. Pasar tersebut dirancang menjadi bangunan multifungsi setinggi tiga lantai. Selain sebagai pusat perdagangan, lantai atas pasar direncanakan dimanfaatkan sebagai fasilitas olahraga sekaligus kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bojonegoro.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Achmad Gunawan, menyebut gagasan penataan Pasar Kota lahir setelah melalui diskusi dan kesepakatan bersama para pedagang pasar pada Agustus 2025. “Dengan konsep tersebut, Pasar Kota ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat jual beli, tetapi juga ruang aktivitas sosial dan pengembangan potensi atlet daerah,” ujar Achmad Gunawan, Jumat (8/1/2026).

Pemkab Bojonegoro menyatakan optimistis integrasi penataan ruang kota dan penguatan fasilitas ekonomi dapat menciptakan kawasan perkotaan yang berkelanjutan serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah dalam jangka panjang.

Selain Pasar Kota, sejumlah lokasi lain juga menjadi fokus penataan, di antaranya taman di kawasan perbatasan wilayah, Alun-Alun Kota Bojonegoro, serta Taman Rajekwesi. Kawasan-kawasan tersebut diproyeksikan menjadi representasi baru Bojonegoro sebagai kota yang lebih tertata, nyaman, dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

Achmad menambahkan, rangkaian program penataan itu dirancang untuk menyelaraskan keindahan tata kota dengan kebutuhan ekonomi warga. Menurutnya, pembangunan diharapkan mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat tanpa mengesampingkan aspek kenyamanan dan keberlanjutan lingkungan. “Konsep yang kami dorong bukan sekadar memperindah kota, tetapi menciptakan ruang publik yang ramah sekaligus mampu mengakomodasi potensi ekonomi lokal. Dengan begitu, ikon kota yang dibangun dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Dari sisi progres, rehabilitasi Alun-Alun Kota Bojonegoro telah memasuki tahap penyusunan Detailed Engineering Design (DED) sejak Oktober 2025. Sementara itu, dokumen masterplan penataan Pasar Kota serta pengembangan Taman Rajekwesi disebut rampung pada November 2025.

Adapun pengembangan taman di wilayah perbatasan saat ini masih dalam tahap penyesuaian dokumen perencanaan. Pekerjaan fisik ditargetkan mulai dilaksanakan pada akhir Januari 2026 dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar tiga bulan.