BERITA TERKINI
Pemkab Blitar Tinjau Progres JLS Lot 3, Pengerjaan Lot 3A Ditarget Mulai Juni 2026

Pemkab Blitar Tinjau Progres JLS Lot 3, Pengerjaan Lot 3A Ditarget Mulai Juni 2026

Pemerintah Kabupaten Blitar memastikan kelanjutan pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) sebagai proyek strategis untuk memperkuat konektivitas wilayah selatan. Bupati Blitar Rijanto meninjau langsung progres pembangunan JLS Lot 3 pada ruas Pantai Serang–Sumbersih di Kecamatan Panggungrejo serta Ringinrejo–Pantai Jolosutro di Kecamatan Wates, Selasa (20/1/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan fisik berjalan sesuai tahapan perencanaan. Rijanto menyampaikan pembangunan JLS dikerjakan secara bertahap dan terukur dengan memperhatikan aspek teknis, keselamatan, serta manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Rijanto menyatakan harapannya agar pembangunan JLS di Blitar Selatan hingga tersambung ke Kabupaten Malang dapat berjalan sesuai target. Ia juga menjelaskan bahwa Pemkab Blitar bersama pemerintah pusat telah menyusun tahapan lanjutan pembangunan, termasuk rencana dimulainya pengerjaan JLS Lot 3A di wilayah Blitar bagian timur pada Juni 2026.

Menurut Rijanto, JLS tidak hanya diposisikan sebagai proyek infrastruktur jalan, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan wilayah. Ia menilai keberadaan jalur ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di kawasan Blitar Selatan yang memiliki potensi namun belum terhubung secara optimal.

Rijanto menyebut JLS diharapkan mendukung peningkatan perekonomian warga, khususnya pada sektor pertanian, pariwisata, dan sektor lain yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan. Pemkab Blitar juga optimistis, tersambungnya JLS secara bertahap dapat mendorong munculnya pusat-pusat ekonomi baru, mempercepat distribusi hasil pertanian, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta memperbesar peluang pertumbuhan pariwisata pesisir.

Selain jalur utama, Pemkab Blitar turut memberi perhatian pada kesiapan infrastruktur pendukung. Pada Kamis (22/1/2026), Rijanto meninjau aset milik Pemkab Blitar serta jalan sirip atau jalan penghubung menuju JLS di Desa Ngadipuro dan Desa Gununggede, Kecamatan Wonotirto.

Rijanto menyampaikan hasil survei perkembangan infrastruktur oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar menunjukkan progres yang cukup baik. Namun, ia mengakui masih ada beberapa ruas jalan yang memerlukan peningkatan dan akan diperbaiki secara bertahap.

Sejumlah ruas yang menjadi perhatian meliputi Ngeni–Ngadipuro, Ngadipuro–Banyuurip, Dusun Kalikuning–Gununggede, serta Gununggede–Sumberboto. Ruas-ruas tersebut direncanakan masuk program perbaikan secara sistematis dan berkelanjutan sesuai prioritas pembangunan daerah.

Rijanto menegaskan jalan sirip menuju JLS berperan sebagai penghubung langsung antara pusat-pusat produksi masyarakat dengan jalur utama transportasi. Karena itu, peningkatan kualitas jalan penghubung akan dilakukan bertahap dalam jangka panjang agar manfaat JLS dapat dirasakan lebih luas, termasuk untuk distribusi hasil pertanian, produk UMKM, dan pengembangan potensi wisata.

Dalam peninjauan lapangan, Rijanto didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker JLS Blitar, Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, kepala perangkat daerah terkait, serta unsur Muspika setempat. Pemerintah daerah menilai sinergi lintas sektor diperlukan untuk menjaga kelancaran pembangunan dan memastikan program berjalan sesuai rencana.

Di sela rangkaian kegiatan, Rijanto juga meninjau pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa Balerejo, Kecamatan Panggungrejo. Keberadaan koperasi tersebut diharapkan dapat menjadi penopang aktivitas ekonomi masyarakat seiring dengan terbukanya akses wilayah selatan melalui JLS.

Dengan kelanjutan pembangunan JLS dan penguatan infrastruktur pendukung, Pemkab Blitar menyatakan optimistis kawasan Blitar Selatan dapat berkembang menjadi wilayah yang lebih terhubung dan memiliki daya saing ekonomi yang semakin kuat.