BERITA TERKINI
Pemerintah Perluas Lumbung Pangan Papua Selatan, Sorotan Muncul soal Kajian dan Risiko Alih Fungsi Lahan

Pemerintah Perluas Lumbung Pangan Papua Selatan, Sorotan Muncul soal Kajian dan Risiko Alih Fungsi Lahan

Pemerintah memperluas area lumbung pangan di Papua Selatan sebagai bagian dari proyek swasembada pangan dan energi. Kebijakan ini kembali memunculkan perhatian publik terhadap perencanaan dan kajian yang menyertai proyek-proyek berskala besar di sektor pangan dan pengelolaan lahan.

Dalam catatan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto pernah terlibat dalam proyek food estate di Kalimantan Tengah pada 2021 yang disebut mengalami kegagalan. Pengalaman tersebut menjadi salah satu konteks yang menambah sorotan terhadap perluasan lumbung pangan di Papua Selatan.

Sejumlah kritik menilai upaya mengubah rawa di Papua menjadi sawah pernah dilakukan tanpa kajian komprehensif. Dalam perkembangannya, ketika upaya tersebut tidak berhasil, terjadi perubahan pemanfaatan lahan yang berujung pada pembukaan hutan menjadi perkebunan.

Kelompok masyarakat sipil RITIK juga menanggapi isu perencanaan proyek-proyek besar. Mereka menyebut anggapan bahwa Presiden Prabowo tidak membuat perencanaan tidak sepenuhnya tepat. Menurut RITIK, perencanaan telah disusun jauh hari, namun tidak dibangun melalui pendekatan akademik yang melibatkan pertimbangan komprehensif. Pernyataan Presiden Prabowo mengenai rencana mengubah hutan Papua menjadi perkebunan sawit, menurut mereka, merupakan ucapan yang kemudian segera dibuktikan.

Perluasan lumbung pangan di Papua Selatan kini berada dalam sorotan terkait bagaimana kajian, perencanaan, dan dampak perubahan pemanfaatan lahan akan dikelola. Pemerintah menempatkan proyek ini dalam kerangka swasembada pangan dan energi, sementara kritik menekankan pentingnya perencanaan yang lebih menyeluruh agar kebijakan tidak berujung pada kegagalan dan alih fungsi lahan yang tidak terkendali.