Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah tengah mengkaji strategi untuk memperkuat platform lokapasar domestik di tengah pesatnya digitalisasi perdagangan. Kajian tersebut ditujukan untuk mencegah dominasi pemain global sekaligus memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis dalam negeri.
Sadewa menilai ekosistem lokapasar saat ini sebagian besar dikuasai perusahaan-perusahaan asing. Situasi itu, menurutnya, menimbulkan tantangan bagi pelaku usaha domestik untuk bersaing secara adil, sehingga pemerintah berupaya menyiapkan solusi yang lebih konkret.
Pernyataan tersebut disampaikan Sadewa kepada awak media di Kantor Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan pada Sabtu (21/3). Ia menyebut inisiatif ini menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Dalam kerangka penguatan ekosistem digital nasional, Kementerian Keuangan meninjau ekosistem lokapasar yang ada guna membangun kompetitor domestik yang lebih tangguh. Peninjauan mencakup platform yang berkolaborasi dengan layanan media sosial, seperti Tokopedia dan TikTok yang disebut menjadi pemain utama.
Pemerintah menargetkan terbentuknya lingkungan yang lebih kondusif agar platform lokal dapat bertumbuh dan tidak sekadar menjadi pelengkap di pasar digital. Penguatan ini diharapkan membantu menyeimbangkan persaingan di sektor perdagangan digital Indonesia.
Sadewa juga menyampaikan bahwa penguatan lokapasar domestik tidak hanya dimaksudkan sebagai langkah perlindungan, tetapi juga pemberdayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan ekosistem yang lebih kuat, UMKM diharapkan memperoleh akses pasar yang lebih luas dan lebih adil, sehingga pertumbuhan ekonomi digital dapat berlangsung secara inklusif.
Di sisi lain, pemerintah juga menaruh perhatian pada upaya menjaga permintaan domestik di tengah ketidakpastian geopolitik global. Strategi ini dipandang penting untuk mengurangi ketergantungan pada faktor eksternal yang fluktuatif dan menjaga stabilitas ekonomi.
Sadewa menyebut Kementerian Keuangan menyiapkan sejumlah langkah dukungan bagi sektor swasta, termasuk menjaga daya beli masyarakat serta mengelola harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di tengah pergerakan harga minyak global. Pemerintah juga berkomitmen memastikan belanja negara tersalurkan tepat waktu dan efektif agar aktivitas ekonomi tetap berjalan dan dampak gejolak global dapat diminimalkan.
Sadewa menilai kondisi ekonomi Indonesia masih relatif stabil, merujuk pada sejumlah indikator serta pengamatan lapangan selama Ramadan. Ia menyatakan optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2026 dapat berada di kisaran 5,6 hingga 5,7 persen, meskipun ada tekanan global, termasuk ketegangan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Menurutnya, ketahanan tersebut merupakan hasil dari langkah-langkah mitigasi yang telah diterapkan pemerintah untuk menjaga fundamental ekonomi tetap kuat sebagai fondasi bagi pertumbuhan berkelanjutan.