Manila — Pemerintah Filipina menyatakan optimistis perekonomian nasional akan pulih pada 2026, dengan target pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) berada di kisaran 5–6 persen sepanjang tahun tersebut.
Menteri Keuangan Frederick Go mengatakan PDB Filipina diperkirakan tumbuh sekitar 5 persen pada tahun ini, ditopang fundamental ekonomi yang dinilai masih kuat. Optimisme itu disampaikan setelah kinerja ekonomi Filipina pada 2025 melambat.
Pada 2025, ekonomi Filipina tercatat tumbuh 4,4 persen. Capaian tersebut berada di bawah target pemerintah sebelumnya yang dipatok pada rentang 5,5–6,5 persen.
Meski pertumbuhan tahun lalu tidak memenuhi sasaran, Frederick menegaskan kondisi ekonomi makro Filipina tetap berada di jalur yang tepat. Pemerintah pun secara resmi menetapkan target pertumbuhan 5–6 persen untuk 2026.
Keyakinan pemerintah, menurut Frederick, bertumpu pada sejumlah pilar ekonomi yang dianggap masih kokoh. Di antaranya adalah aliran remitansi yang stabil dari pekerja migran Filipina di luar negeri serta kinerja sektor alih daya proses bisnis (business process outsourcing/BPO) yang selama ini menjadi salah satu penopang devisa negara.
Dengan dukungan pilar-pilar tersebut, pemerintah menilai Filipina memiliki ruang untuk kembali ke jalur pertumbuhan yang lebih kuat pada 2026.

