India dilaporkan telah melampaui Jepang dan menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia, berdasarkan laporan ekonomi akhir tahun pemerintah India yang dikutip oleh South China Morning Post (SCMP). Dalam laporan tersebut, produk domestik bruto (PDB) India disebut mencapai US$4,18 triliun.
Meski demikian, peringkat resmi masih menunggu finalisasi pemeringkatan internasional untuk tahun 2026. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan PDB India akan mencapai US$4,51 triliun pada 2026, lebih tinggi dibanding proyeksi PDB Jepang sebesar US$4,46 triliun. Perkiraan ini dipandang sebagai pembalikan simbolis dalam lanskap ekonomi Asia.
Kenaikan posisi India disebut bukan sekadar lonjakan sesaat, melainkan bagian dari siklus pertumbuhan yang berkelanjutan. The New York Times mengutip data yang menunjukkan ekonomi Jepang diperkirakan tumbuh 1,1% pada 2025, sementara India diproyeksikan tumbuh 7,5%. Dengan laju tersebut, India disebut mempertahankan status sebagai ekonomi besar dengan pertumbuhan tercepat di dunia selama empat tahun berturut-turut.
Dalam perbandingan yang sama, laju pertumbuhan India disebut melampaui tiga kekuatan ekonomi utama—Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jerman—yang belum mencapai tingkat pertumbuhan setinggi itu. Sebelumnya, India juga telah menyalip Inggris, yang kemudian turun ke peringkat keenam.
Sejumlah analis menilai, jika India mampu mempertahankan pertumbuhan di atas 6–7% per tahun, skala ekonominya berpotensi berlipat ganda setiap dekade. Dengan tren tersebut, India kian dekat untuk menargetkan posisi tiga besar ekonomi dunia.

