Pasar saham Indonesia dijadwalkan kembali dibuka setelah libur Lebaran. Seiring pembukaan kembali perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpotensi melanjutkan koreksi, meski peluang penguatan jangka pendek masih terbuka.
Pada perdagangan terakhir sebelum libur, Rabu (18/3), IHSG ditutup menguat 1,20% ke level 7.106. Penguatan tersebut disebut didukung oleh munculnya volume pembelian di pasar.
Dalam risetnya, MNC Sekuritas menilai posisi IHSG masih berada dalam fase teknikal yang membuka peluang penurunan lanjutan. MNC Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi terkoreksi ke rentang 6.745–6.887 berdasarkan analisis gelombang (wave) yang digunakan.
Meski demikian, MNC Sekuritas juga menyebut peluang penguatan jangka pendek tetap ada, dengan target terdekat di kisaran 7.176 hingga 7.238. Adapun level support IHSG berada di 6.991 dan 6.843, sementara resistance berada di 7.156 dan 7.239.
Sejalan dengan proyeksi pergerakan IHSG, MNC Sekuritas turut mencantumkan sejumlah saham yang dinilai menarik untuk dicermati. Saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) direkomendasikan buy on weakness setelah menguat 4,35% ke level 288.
Saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) tercatat melonjak 15,63% ke level 2.960 dan menembus MA20. MNC Sekuritas menilai EXCL berada di awal tren penguatan lanjutan.
Untuk PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), rekomendasi yang diberikan adalah speculative buy meski sahamnya terkoreksi 3,46% ke level 2.510. Saham ini dinilai masih berpeluang menguat selama bertahan di atas level 2.410.
Sementara itu, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menguat 2,19% ke level 700 dan disebut masih berada di atas MA60. MNC Sekuritas menilai posisinya berada di awal fase penguatan.