Sentimen pasar terhadap Bitcoin dilaporkan terus mendingin. Di tengah ketidakpastian makro yang membebani aset berisiko, pasar prediksi semakin menurunkan ekspektasi bahwa Bitcoin akan kembali menyentuh level enam angka dalam waktu dekat.
Pedagang di sejumlah platform prediksi utama kini menilai peluang Bitcoin menembus US$100.000 pada paruh pertama 2026 relatif kecil. Pergeseran pandangan ini mencerminkan memudarnya momentum bullish setelah penurunan yang terjadi pada Oktober tahun lalu.
Sejumlah indikator dari pasar prediksi menunjukkan kehati-hatian yang meningkat. Pelaku pasar memberikan kurang dari 10% kemungkinan Bitcoin mencapai US$100.000 sebelum 1 Februari. Selain itu, ekspektasi yang berkembang mengarah pada pandangan bahwa level US$100.000 akan tetap sulit dijangkau setidaknya hingga pertengahan 2026.
Data harga yang dirujuk menunjukkan puncak Bitcoin pada 2026 sejauh ini berada di US$97.900, tercatat pada 14 Januari. Bitcoin terakhir kali diperdagangkan di atas US$100.000 pada 13 November, sebelum terjadi penjualan tajam yang mengubah sentimen pasar.
Secara historis, Bitcoin pernah kembali merebut level US$100.000 setelah mengalami penurunan serupa. Dalam salah satu periode sebelumnya, penurunan sebesar 25,5% diikuti pemulihan ke enam angka setelah sekitar 93 hari, yang secara teori mengarah pada potensi pemulihan di pertengahan Februari apabila pola tersebut terulang. Namun, pelaku pasar prediksi saat ini dinilai jauh lebih pesimistis.
Di Kalshi, peserta pasar mematok sekitar 65% peluang bahwa Bitcoin akan melampaui US$100.000 sebelum Juni. Penetapan ini mengindikasikan pasar lebih memperkirakan fase konsolidasi yang lebih panjang ketimbang rebound cepat.
Sementara itu, di Polymarket, pelaku pasar disebut semakin mengantisipasi penurunan lebih lanjut sebelum potensi kembali ke US$100.000. Probabilitas yang dipasang mencakup 65% peluang Bitcoin turun ke US$80.000 sebelum kembali ke US$100.000, 54% peluang titik terendah US$70.000 pada 2026, 50% peluang menyentuh US$65.000, serta 42% peluang turun hingga US$60.000.
Skew tersebut dikaitkan dengan meningkatnya kehati-hatian di tengah kondisi keuangan yang semakin ketat, kenaikan imbal hasil obligasi, serta risiko geopolitik yang masih bertahan.
Selain target harga, pasar prediksi juga menyoroti kemungkinan Bitcoin diperdagangkan di bawah basis biaya pembelian rata-rata Strategi, yang saat ini disebut sekitar US$75.979 per BTC. Data Polymarket menunjukkan probabilitas 75% bahwa Bitcoin akan diperdagangkan di bawah level tersebut pada 2026.
Meski demikian, pasar masih menilai kecil kemungkinan Strategi melepas kepemilikan Bitcoinnya dalam waktu dekat. Probabilitas Strategi menjual Bitcoin tahun ini dipasang kurang dari 26%. Sementara itu, terdapat 84% probabilitas perusahaan akan memegang lebih dari 800.000 BTC pada 31 Desember.
Pekan lalu, Strategi dilaporkan memperbesar kepemilikannya menjadi 709.715 BTC setelah membeli 22.305 BTC senilai sekitar US$2,13 miliar. Langkah ini memperkuat strategi akumulasi jangka panjang perusahaan, meskipun prospek harga jangka pendek memburuk.
Secara keseluruhan, penetapan harga di pasar prediksi menegaskan pergeseran sentimen sejak penurunan pada Oktober 2025. Walau keyakinan jangka panjang di kalangan institusi dan pembeli tunai disebut masih bertahan, optimisme jangka pendek dinilai menurun tajam.
Dengan Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$89.500, perhatian pelaku pasar dinilai lebih condong pada pelestarian modal dibanding spekulasi breakout. Pasar disebut menunggu katalis makro yang lebih jelas, pelonggaran likuiditas, atau pembaruan arus ETF sebelum kembali menguji level US$100.000. Untuk saat ini, pasar prediksi mengindikasikan pergerakan besar berikutnya lebih mungkin terjadi pada 2026, bukan dalam beberapa pekan ke depan.

