Pasar keuangan pada perdagangan Rabu diperkirakan bergerak relatif campuran, menyusul aksi jual signifikan di Wall Street pada sesi sebelumnya. Namun, kontrak berjangka menjelang pembukaan perdagangan Eropa mengindikasikan adanya upaya rebound setelah tekanan jual.
Sejumlah indeks berjangka tercatat menguat. Kontrak DE40 naik 0,3% dan EU50 bertambah 0,19%. Di saat yang sama, US100 menguat 0,22% dan US500 naik 0,26%.
Di Eropa, perhatian investor juga tertuju pada rilis laporan keuangan kuartalan sejumlah emiten besar, termasuk UBS, Novartis, dan Crédit Agricole.
UBS: laba melampaui perkiraan, siapkan buyback dan efisiensi biaya
Dalam laporan keuangan kuartal IV 2025, UBS membukukan laba sebelum pajak sebesar USD 1,70 miliar, lebih tinggi dari perkiraan USD 1,46 miliar. Laba bersih tercatat USD 1,20 miliar, juga di atas estimasi USD 966,7 juta.
UBS turut mengumumkan program pembelian kembali saham senilai USD 3 miliar pada 2026, dengan rencana aksi lanjutan. Perusahaan juga menyampaikan proyeksi tambahan penghematan biaya sebesar USD 2,8 miliar pada 2026.
Crédit Agricole: pendapatan di atas estimasi, laba bersih di bawah perkiraan
Crédit Agricole melaporkan pendapatan kuartal IV sebesar EUR 6,97 miliar, melampaui perkiraan EUR 6,78 miliar. Namun, laba bersih tercatat EUR 1,03 miliar, sedikit di bawah estimasi EUR 1,10 miliar.
Pendapatan CIB mencapai EUR 2,15 miliar, sejalan dengan perkiraan EUR 2,14 miliar. Sementara itu, laba bersih dari perbankan ritel Prancis tercatat EUR 150 juta, turun 18% secara tahunan. Beban operasional mencapai EUR 4,10 miliar, lebih tinggi dari perkiraan EUR 3,90 miliar.
Novartis: pendapatan di bawah estimasi, EPS sedikit lebih tinggi
Novartis membukukan pendapatan kuartal IV sebesar USD 13,34 miliar, di bawah perkiraan USD 13,68 miliar. Meski demikian, laba per saham (EPS) dasar tercatat USD 2,03, sedikit di atas estimasi USD 2,01.
Perusahaan menetapkan dividen tahun buku sebesar CHF 3,70. Untuk 2026, Novartis memproyeksikan pertumbuhan penjualan bersih pada kisaran satu digit rendah.
Agenda data ekonomi dan laporan emiten besar
Dalam waktu dekat, pasar akan mencermati sejumlah rilis penting, termasuk indeks PMI final sektor jasa Januari dari berbagai negara, indeks HICP awal Zona Euro (Januari), indeks CPI awal Italia (Januari), indeks ADP AS (Januari), indeks ISM sektor jasa AS (Januari), serta risalah rapat Riksbank (Januari). Agenda lain yang disebutkan mencakup pengumuman pembiayaan ulang pemerintah dan pengumuman kebijakan NBP.
Dari sisi korporasi, perhatian juga tertuju pada laporan keuangan sejumlah perusahaan, dengan Alphabet menjadi salah satu yang disorot, bersama Arm, Qualcomm, ELF, Snap, Uber, Eli Lilly, AbbVie, CME, dan Bunge.

