Tim para tenis meja Indonesia menutup rangkaian pertandingan mereka di ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand dengan menambah dua medali emas pada Minggu. Tambahan tersebut didapat dari nomor ganda putri TT20 dan ganda putra TT18.
Berdasarkan laman penyelenggara, medali emas diraih oleh pasangan Cici Juliani/Sella Radayana pada ganda putri TT20 serta Banyu Tri/Komet Akbar pada ganda putra TT18.
Selain dua emas, Indonesia juga meraih empat medali perak melalui Yayang Gunaya/Adyos Astan (ganda putra TT8), Leli Marlina/Tarsilem (ganda putri TT5-10), Leonardo Aritonang/Varly Tilaar (ganda putra TT14), serta Muhammad Alfigo/Ridwanulloh (ganda putra TT20). Satu medali perunggu turut disumbangkan Annisa Nur Qolbi/Agustiningsih dari nomor ganda putri TT5-10.
Dengan hasil tersebut, tim para tenis meja Indonesia mengakhiri APG 2025 dengan total tujuh medali emas, 11 perak, dan 25 perunggu. Perolehan itu tercatat menurun dibanding ASEAN Para Games 2023, ketika Indonesia mengumpulkan 31 emas, 16 perak, dan 17 perunggu.
Secara keseluruhan, Indonesia dipastikan menempati posisi kedua klasemen akhir ASEAN Para Games 2025 Thailand, di bawah tuan rumah yang mengoleksi 175 emas, 155 perak, dan 158 perunggu. Selama berkompetisi pada 21–25 Januari 2026, kontingen Indonesia meraih 135 medali emas, 144 perak, dan 114 perunggu.
Medali emas terbanyak Indonesia pada ajang ini berasal dari cabang para atletik dengan 44 emas dan para renang dengan 29 emas. Jumlah emas Indonesia juga melampaui target pemerintah yang ditetapkan sebanyak 82 medali emas.
ASEAN Para Games 2025 dijadwalkan resmi ditutup pada Senin (26/1) di Nakhon Ratchasima, Thailand.

