PTPN IV PalmCo mencatat kinerja konsolidasi dengan produktivitas minyak sawit mentah (CPO) sebesar 4,70 ton per hektare per tahun. Angka ini tumbuh 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain produktivitas, perusahaan membukukan laba bersih Rp 6,19 triliun. Capaian tersebut setara sekitar 170 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
Setyanto menilai hasil itu mencerminkan praktik transformasi bisnis perkebunan yang modern, efisien, dan berorientasi keberlanjutan. Ia menyebut capaian di lapangan menunjukkan integrasi digitalisasi, mekanisasi, serta penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Menurutnya, PalmCo juga berpotensi menjadi contoh dalam mewujudkan visi Danantara sebagai sovereign wealth fund berkelas global yang menekankan pengelolaan aset negara secara berkelanjutan untuk menciptakan nilai ekonomi jangka panjang.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menegaskan transformasi yang berjalan merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Ia menyatakan PalmCo mengacu pada arahan Danantara dan BP BUMN dengan bertumpu pada tiga pilar utama, yakni peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, dan keberlanjutan, yang dijalankan secara simultan.
Di tengah tantangan global pada sektor pangan dan energi, langkah modernisasi yang ditempuh PalmCo dinilai tidak hanya berdampak pada kinerja korporasi, tetapi juga memiliki arti strategis bagi ketahanan ekonomi nasional.

