BERITA TERKINI
Palantir Cetak Rekor Kinerja Kuartalan, Saham Menguat Usai Laporan Keuangan

Palantir Cetak Rekor Kinerja Kuartalan, Saham Menguat Usai Laporan Keuangan

Palantir melanjutkan tren penguatan saham setelah merilis laporan kinerja terbaru yang mencatat sejumlah rekor. Dalam perdagangan pra-pasar, saham perusahaan tercatat melonjak lebih dari 10% menyusul publikasi hasil tersebut.

Ekspektasi pasar terhadap laporan keuangan kali ini tergolong tinggi. Namun, Palantir dilaporkan mampu memenuhi, bahkan melampaui, proyeksi di sejumlah indikator utama.

Pada kuartal IV 2025, laba per saham (EPS) Palantir tercatat sebesar 0,25, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi 0,23. Angka ini disebut mencerminkan pertumbuhan lebih dari 40% secara kuartalan (q/q) dan 78% secara tahunan (y/y).

Dari sisi pendapatan, Palantir membukukan $1,41 miliar, melampaui perkiraan $1,32 miliar. Pendapatan tersebut merepresentasikan hampir 30% pertumbuhan q/q dan 72% y/y. Sementara itu, laba bersih perusahaan meningkat menjadi $609 juta.

Portofolio pelanggan Palantir juga dinilai tetap kuat, dengan diversifikasi antara pelanggan komersial dan pemerintah. Di kedua segmen tersebut, pertumbuhan kontrak dilaporkan melampaui $500 juta, meski segmen komersial mencatat pertumbuhan yang lebih cepat pada kuartal terakhir.

Secara tahunan, pendapatan Palantir pada 2025 mencapai $4,47 miliar, melampaui panduan internal perusahaan sebelumnya yang berada di angka $4,4 miliar. Untuk tahun berikutnya, manajemen menetapkan panduan pendapatan pada kisaran $7,18–$7,19 miliar, yang mencerminkan ekspektasi pertumbuhan agresif.

Di luar Amerika Serikat, Palantir juga melaporkan capaian penjualan yang melampaui ekspektasi analis. Sepanjang 2025, perusahaan mengamankan kontrak internasional senilai total $730 juta. Salah satu kontrak terbesar adalah kesepakatan senilai $328 juta untuk mendukung operasional Kementerian Pertahanan Inggris.

Berdasarkan data Bloomberg Finance, perbandingan antara pergerakan harga saham dan relasi EPS aktual terhadap ekspektasi menunjukkan bahwa untuk pertama kalinya sejak fase konsolidasi pada kuartal I 2025, harga saham Palantir dinilai tertinggal dibandingkan laju pertumbuhan fundamentalnya. Pada periode yang sama, perusahaan disebut terus mencatat kejutan laba yang konsisten dan positif.

Analisis terbaru Wall Street Journal turut menyoroti aspek valuasi Palantir. Disebutkan bahwa belum pernah ada perusahaan dalam sejarah pasar saham AS yang mencapai valuasi setinggi itu dengan tingkat penjualan serupa. Namun, analisis tersebut juga menekankan sulitnya menemukan perusahaan lain yang mampu mempertahankan pertumbuhan 15–25% setiap kuartal selama dua tahun berturut-turut.