Para pakar menilai cuaca ekstrem yang memicu badai salju di Amerika Serikat berkaitan dengan perubahan iklim. Sejumlah ahli meteorologi menyebut sekitar dua pertiga wilayah timur negara itu terancam badai musim dingin yang dipengaruhi perubahan iklim.
Sistem badai yang disebut dahsyat ini dijelaskan sebagai dampak dari pusaran kutub yang memanjang. Perubahan tersebut terjadi akibat gelombang di atmosfer bagian atas dari wilayah Arktik dan Siberia yang tertutup salju.
Ketika suhu sangat dingin menyapu Amerika Serikat, udara dingin itu bertemu uap air dari lepas pantai California dan Teluk Meksiko. Pertemuan ini kemudian memicu terbentuknya es dan salju parah di berbagai daerah.
Pusaran kutub merupakan massa udara sangat dingin yang biasanya terperangkap di Kanada dan Alaska. Ahli meteorologi sekaligus mantan kepala ilmuwan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional, Ryan Maue, menjelaskan bahwa sistem ini bermula di Arktik. Menurut dia, suhu yang relatif lebih hangat di kawasan tersebut menambah energi pada pusaran kutub dan membantu mendorong udara dingin ke arah selatan.
“Atmosfernya selaras sempurna sehingga pola tersebut terkunci di Arktik yang hangat dan benua yang dingin ini,” kata Maue. Ia menambahkan, kondisi dingin ekstrem juga terjadi di wilayah lain. “Dan ini bukan hanya terjadi di Amerika Utara, tetapi daratan Eropa Timur hingga Siberia juga sangat dingin. Seluruh belahan bumi telah membeku,” ujarnya.
Sejak Oktober 2025, perubahan di Arktik dan rendahnya es laut disebut menciptakan kondisi yang membentuk pusaran kutub memanjang dan membawa cuaca musim dingin parah ke Amerika Serikat. Pakar cuaca musim dingin Judah Cohen menambahkan, hujan salju lebat di Siberia turut memperkuat tarik-menarik cuaca yang mengubah pola udara yang biasanya cenderung berbentuk lingkaran. Kondisi tersebut, menurutnya, “sedikit meningkatkan peluang” terjadinya peregangan pusaran kutub.
Ahli meteorologi dari National Service Weather, Allison Santorelli, memperingatkan badai akan membuat cuaca menjadi sangat dingin. “Salju dan es akan sangat, sangat lambat mencair dan tidak akan hilang dalam waktu dekat, dan itu akan menghambat upaya pemulihan apa pun,” kata dia.
Badai salju dilaporkan melanda sebagian besar wilayah Amerika Serikat dan menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah daerah. Salju disebut sudah turun di Kansas, Texas, Missouri, Iowa, Oklahoma, Tennessee, serta beberapa wilayah lain pada Sabtu (24/1). Di wilayah tenggara, Texas timur, dan sebagian Louisiana, ketebalan salju dilaporkan mencapai 4 inci.
Menurut PowerOutage.us hingga Sabtu siang, pemadaman listrik terjadi di hampir seluruh negeri. Sekitar 130.000 pelanggan terdampak, termasuk 61.600 pelanggan di antaranya.
Badan peramal cuaca Badan Layanan Cuaca Nasional (NSW) memperingatkan potensi badai salju dahsyat dengan curah hujan yang sudah berdampak di wilayah selatan-tengah pada Sabtu siang waktu setempat. Mereka juga mewanti-wanti sekitar 160 juta warga di Amerika Serikat akan terdampak insiden ini.

