BERITA TERKINI
Otoritas Sekuritas Vietnam Siapkan Penguatan Pasar Modal Jelang Target Pertumbuhan 2026–2030

Otoritas Sekuritas Vietnam Siapkan Penguatan Pasar Modal Jelang Target Pertumbuhan 2026–2030

Ketua Komisi Sekuritas Negara Vietnam, Vu Thi Chan Phuong, menegaskan pentingnya penguatan pasar saham sebagai saluran mobilisasi modal jangka menengah dan panjang menjelang periode 2026–2030. Ia menyampaikan hal itu dalam sambutan pembukaan sebuah konferensi yang membahas arah pengembangan pasar, di tengah target pertumbuhan ekonomi cepat dan berkelanjutan dengan rata-rata pertumbuhan PDB lebih dari 10% per tahun.

Phuong menyebut tahun 2026 memiliki makna khusus karena menandai 30 tahun pembentukan dan pengembangan industri sekuritas Vietnam. Setelah tiga dekade, pasar saham dinilai telah mengukuhkan perannya sebagai komponen penting sistem keuangan nasional, termasuk dalam memobilisasi sumber daya bagi pembangunan ekonomi serta mendorong transparansi operasional perusahaan.

Di tengah dinamika ekonomi dan keuangan global, ia mengatakan pasar saham Vietnam tetap stabil dan menunjukkan tren positif. Kapitalisasi pasar disebut terus meningkat, likuiditas dinilai tetap baik, basis investor semakin beragam, dan lembaga perantara bertahap memperkuat kapasitas keuangan, manajerial, serta teknologinya. Kerangka hukum, menurutnya, juga terus disempurnakan menuju standar internasional.

Namun, memasuki fase 2026–2030, kebutuhan pendanaan jangka menengah dan panjang dinilai semakin mendesak. Dalam konteks itu, Partai dan Negara menetapkan pasar modal—termasuk pasar saham—perlu memainkan peran lebih kuat sebagai kanal mobilisasi modal bagi perekonomian.

Phuong menyebut konferensi tersebut sebagai forum bagi regulator, organisasi internasional, pakar, dan pelaku pasar untuk menilai kondisi terkini, membahas arah kebijakan, serta mengusulkan solusi agar pasar berkembang lebih cepat dan berkelanjutan pada fase berikutnya.

Fokus penguatan sisi penawaran: IPO, FDI, BUMN, dan startup

Dalam pemaparan solusi utama, Phuong menyatakan Komisi Sekuritas Negara memusatkan perhatian pada dua kelompok besar kebijakan, dengan pengembangan sisi penawaran menjadi elemen penting untuk membantu perusahaan menghimpun modal dan memperluas skala pasar.

Di pasar saham, regulator melanjutkan penyempurnaan mekanisme penawaran umum perdana (IPO) yang terhubung dengan pencatatan saham, dengan tujuan mempersingkat waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk masuk bursa. Bersamaan dengan itu, kebijakan yang mendorong perusahaan penanaman modal asing (FDI) untuk mencatatkan saham juga diimplementasikan guna meningkatkan pasokan saham berkualitas dan memperluas pilihan investasi.

Regulator juga menempatkan perhatian pada promosi privatisasi dan divestasi perusahaan milik negara yang dikaitkan dengan pasar saham, terutama pada perusahaan besar dengan porsi kepemilikan negara yang tinggi. Selain itu, dukungan bagi startup inovatif akan dilakukan melalui pembangunan platform perdagangan yang sesuai.

Phuong juga menekankan upaya peningkatan kualitas tata kelola perusahaan mengikuti praktik internasional, serta mengaitkan transparansi informasi dengan kemampuan perusahaan menghimpun modal.

Obligasi dan derivatif: pemulihan kepercayaan dan pendalaman produk

Untuk pasar obligasi, solusi diarahkan pada penguatan kepercayaan investor dan diversifikasi produk. Kementerian Keuangan disebut tengah menyusun regulasi baru terkait penerbitan dan perdagangan obligasi korporasi, sekaligus mengembangkan instrumen seperti obligasi proyek kemitraan pemerintah dan badan usaha (PPP), obligasi hijau, serta obligasi berkelanjutan untuk mendukung tujuan pembangunan jangka panjang dan komitmen pengurangan emisi.

Adapun di pasar derivatif, pengembangan produk baru—termasuk kontrak berjangka dan opsi—serta perluasan aset dasar dan riset instrumen modern seperti waran, tanda terima penitipan, dan aset digital diharapkan dapat meningkatkan kemampuan lindung nilai risiko sekaligus memperdalam pasar.

Kebutuhan modal infrastruktur dan tantangan bagi investor

Dari sisi pelaku usaha, Direktur Jenderal Deo Ca Infrastructure Investment Joint Stock Company, Ngo Truong Nam, menyampaikan kebutuhan modal pembangunan infrastruktur pada periode 2026–2030 mencapai hampir 3 triliun VND. Ia menilai anggaran negara dan kredit perbankan kemungkinan tidak sepenuhnya mencukupi, sehingga pasar saham memiliki keunggulan sebagai sumber pendanaan jangka panjang yang sesuai dengan karakter proyek infrastruktur yang memiliki periode pengembalian modal panjang.

Meski demikian, Nam menyoroti tantangan berupa daya tarik yang masih terbatas bagi investor individu, risiko kebijakan, serta tuntutan mekanisme pembagian risiko yang tinggi. Ia merekomendasikan perbaikan kerangka hukum untuk instrumen penghimpunan modal jangka panjang, penyederhanaan prosedur penerbitan, dan stabilisasi kebijakan guna memperkuat kepercayaan investor.

Penguatan sisi permintaan: investor institusional, asing, dan kualitas ritel

Sejalan dengan pengembangan sisi penawaran, Phuong menyatakan penguatan sisi permintaan investasi bertumpu pada tiga pilar: pengembangan investor institusional, penarikan investor asing, dan peningkatan kualitas investor individu.

Pengembangan dana investasi jangka panjang, dana pensiun, dan lembaga keuangan disebut menjadi faktor kunci untuk meningkatkan stabilitas serta profesionalisme pasar. Saat ini, dominasi investor individu dinilai membuat volatilitas pasar meningkat ketika dipengaruhi faktor psikologis atau fluktuasi makroekonomi.

Dari industri manajemen dana, Direktur Jenderal Vietcombank Securities Investment Fund Management Company Limited, Nguyen Thi Hang Nga, menyebut Proyek 3168 menargetkan pengembangan 500 dana pada 2030, dengan aset sekitar 5% dari PDB dan 2,5 juta investor. Ia menekankan penguatan kapasitas pengelolaan dana dan konsistensi hasil investasi yang transparan sebagai elemen inti untuk membangun kepercayaan.

Nga juga menyoroti pentingnya pendidikan keuangan untuk meningkatkan kualitas investor individu. Menurutnya, pemahaman mengenai risiko, imbal hasil, dan investasi jangka panjang dapat membantu melindungi investor sekaligus mengurangi spekulasi dan meningkatkan kualitas arus modal.

Tata kelola, IFRS, dan peluang arus modal global

Dari perspektif emiten, Ketua Dewan Direksi PetroVietnam Transportation Corporation (PVTrans), Pham Viet Anh, menyatakan peningkatan standar tata kelola sesuai praktik OECD menjadi prasyarat peningkatan pasar. Ia menekankan perlunya memastikan transparansi, keadilan, dan akuntabilitas, serta mendorong adopsi Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) untuk meningkatkan transparansi.

Sementara itu, Direktur Pasar Global di SSI Securities Corporation, Thomas, menyebut pasar Vietnam kian mendapat perhatian lembaga keuangan global. Ia menilai peningkatan status pasar dapat menarik arus modal besar, tidak hanya dari dana pasif tetapi juga dana aktif. Untuk memanfaatkan peluang tersebut, ia menyarankan peningkatan likuiditas, diversifikasi sumber IPO—terutama dari perusahaan teknologi dan FDI—serta penguatan infrastruktur perdagangan dan kerangka hukum agar memenuhi kebutuhan investor internasional.

Dari sisi pasar utang, Ketua FiinGroup dan FiinRatings, Nguyen Quang Thuan, menilai pengembangan pasar obligasi sebagai solusi strategis untuk memastikan ketersediaan modal jangka panjang. Ia mengusulkan peningkatan peringkat kredit nasional, pengembangan mekanisme penjaminan obligasi, serta penyempurnaan sistem penilaian sesuai standar internasional untuk menurunkan biaya modal dan meningkatkan transparansi.

Sejumlah pandangan yang mengemuka dalam konferensi menekankan bahwa penguatan pasar saham tidak hanya bergantung pada regulator, tetapi juga partisipasi aktif dan bertanggung jawab seluruh ekosistem—mulai dari emiten, perusahaan sekuritas, hingga investor. Ketika keterhubungan antarelemen itu berjalan efektif, pasar saham diharapkan dapat berfungsi sebagai kanal utama mobilisasi modal untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi Vietnam yang cepat dan berkelanjutan.