Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk memperkuat pasar modal Indonesia agar tetap menjadi instrumen investasi unggulan yang menjanjikan dalam jangka menengah hingga panjang. Langkah ini dilakukan seiring upaya meningkatkan daya saing sektor keuangan domestik.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menilai bursa saham domestik masih memiliki potensi besar sebagai alternatif investasi dibandingkan instrumen keuangan lainnya. Ia menyampaikan OJK akan terus memastikan pasar saham nasional memiliki prospek yang menarik bagi investor.
Untuk mendorong penguatan pasar modal, OJK menyiapkan lima klaster strategi, yaitu integrasi, granularitas, likuiditas, transparansi, dan akuntabilitas. Menurut Hasan, kelima klaster tersebut diarahkan untuk membangun pasar modal yang terpercaya, modern, likuid, dan berdaya saing, dengan penguatan integritas sebagai salah satu fokusnya.
Selain aspek integritas, OJK juga mendorong peningkatan likuiditas pasar secara menyeluruh. Upaya ini mencakup penguatan sisi supply dan demand, serta modernisasi infrastruktur pasar modal guna meningkatkan efisiensi dan daya tarik bagi investor.
Dari sisi kebijakan, OJK menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga agar pengembangan pasar modal sejalan dengan agenda nasional. Koordinasi dilakukan melalui kerangka Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan.
Sebelumnya, Hasan juga memaparkan kerangka strategis bertajuk “Integralitas” sebagai upaya reformasi menyeluruh di sektor pasar modal, keuangan derivatif, dan bursa karbon. Kerangka tersebut disebut akan menjadi payung kebijakan untuk mengorkestrasi delapan rencana aksi reformasi yang dikelompokkan dalam lima klaster utama.