Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Farid Faletahan, menyatakan inflasi di wilayah Malang Raya hingga periode terkini masih berada dalam kondisi terkendali. Tingkat inflasi tercatat sebesar 1,64 persen dan dinilai masih berada dalam rentang yang wajar bagi perekonomian daerah.
Farid menjelaskan, inflasi yang relatif rendah menjadi indikator positif karena tidak disertai lonjakan harga yang signifikan. Menurutnya, stabilitas harga tersebut menunjukkan keseimbangan antara permintaan dan pasokan yang masih terjaga.
“Masih ada inflasi, tapi terkendali. Ini mencerminkan demand dan supply yang relatif seimbang,” ujar Farid pada Sabtu, 24 Januari 2025.
Menjelang bulan Ramadan, Farid memperkirakan aktivitas ekonomi akan meningkat mengikuti pola musiman. Ia memproyeksikan pembiayaan dan konsumsi masyarakat akan tumbuh seiring naiknya kebutuhan selama bulan puasa.
Peningkatan konsumsi tersebut diharapkan memberi dampak positif bagi berbagai sektor ekonomi, mulai dari penyaluran kredit, bertambahnya aktivitas usaha, hingga meningkatnya perputaran ekonomi di daerah.
“Harapannya, di awal tahun ini pertumbuhan kredit meningkat, konsumsi meningkat, dan kegiatan ekonomi semakin bergerak, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,” kata Farid.
OJK Malang, lanjut Farid, juga terus melakukan pengawasan untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, terutama menghadapi momentum Ramadan dan periode tahun ajaran baru yang kerap memicu tekanan harga serta peningkatan kebutuhan pembiayaan masyarakat.

