Proses akuisisi GoTo Group oleh Grab Holdings Ltd. dilaporkan menghadapi hambatan dalam tahap negosiasi. Salah satu kendala utama saat ini terkait pembahasan harga pembelian atas saham minoritas milik Telkomsel di GoTo.
Menurut laporan Bloomberg, Telkomsel disebut tidak bersedia melepas sekitar 2 persen kepemilikannya pada valuasi GoTo saat ini. Pertimbangannya, Telkomsel melakukan investasi awal pada harga yang jauh lebih tinggi.
Bloomberg juga menyebut Telkomsel telah menyampaikan kekhawatiran mengenai potensi kerugian yang berkaitan dengan modal negara, yang dapat berimplikasi hukum di Indonesia. Di sisi lain, posisi tawar Telkomsel dinilai kuat karena Grab memerlukan persetujuan dari para pemangku kepentingan lokal, termasuk pemerintah Indonesia, agar akuisisi dapat terlaksana.
Kondisi tersebut membuka ruang bagi Telkomsel untuk menegosiasikan harga yang lebih tinggi. Laporan yang sama menyebut Telkomsel dapat memilih untuk tidak menerima tawaran akuisisi, sembari memanfaatkan momentum penawaran untuk memperbaiki nilai transaksi bagi kepentingannya.
Hambatan ini menambah kompleksitas upaya Grab untuk mengambil alih GoTo. Akuisisi tersebut dipandang strategis bagi Grab untuk memperkuat posisinya di pasar transportasi daring dan layanan pesan-antar makanan di Asia Tenggara, sekaligus meredakan tekanan persaingan harga.
Telkomsel tercatat pernah menanamkan investasi total 450 juta dolar AS, berupa gabungan saham dan obligasi konversi, ke entitas yang kemudian menjadi GoTo. Namun, jika pelepasan saham dilakukan pada harga saat ini, yakni sekitar Rp60 per saham, Telkomsel diperkirakan berpotensi menanggung kerugian hingga ratusan juta dolar.
Di luar negosiasi dengan Telkomsel, rencana kesepakatan ini juga masih menghadapi tantangan lain, termasuk kekhawatiran terkait isu anti-monopoli, potensi kenaikan tarif, serta tekanan politik untuk melindungi perusahaan teknologi dalam negeri dan jutaan pengemudi ojek online.
Hingga kini, perundingan disebut masih berlangsung untuk mencari struktur pembelian yang dapat diterima semua pihak. Grab, GoTo, dan Telkomsel dilaporkan menolak memberikan komentar resmi atas spekulasi yang beredar di pasar.

