Nam A Commercial Joint Stock Bank (Nam A Bank, kode saham NAB) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2026 pada 20 Maret. Bank ini menyatakan menjadi yang pertama menyelenggarakan RUPS tahunan pada tahun tersebut.
Dalam rapat itu, pemegang saham memilih Dewan Direksi baru untuk periode 2026–2031 yang terdiri dari tujuh anggota, termasuk dua anggota independen. Langkah ini disebut ditujukan untuk memperkuat transparansi dan pengelolaan risiko sesuai standar internasional.
Susunan Dewan Direksi Nam A Bank periode 2026–2031 adalah Tran Ngo Phuc Vu, Tran Ngoc Tam, Vo Thi Tuyet Nga, Tran Khai Hoan, Nguyen Duc Minh Tri, Ngo Thi Hong Van, dan Pham Cong Tuan Ha. RUPS juga menyetujui empat anggota Dewan Pengawas.
Manajemen menyampaikan bahwa restrukturisasi kepemimpinan untuk periode 2026–2031 dinilai menjadi fondasi penting bagi bank dalam menjalankan strategi pengembangan pada fase berikutnya.
Dari sisi kinerja dan rencana bisnis, Nam A Bank menetapkan target pertumbuhan lebih tinggi dibanding 2025. Bank menargetkan laba sebelum pajak konsolidasi sebesar VND 6.200 miliar, atau naik 18% dari tahun sebelumnya. Total aset diproyeksikan mencapai VND 480.000 miliar, meningkat 15%.
Untuk penyaluran kredit, pinjaman yang beredar kepada nasabah ritel dan korporasi ditargetkan tumbuh 21%, dengan catatan bergantung pada batas kredit yang ditetapkan Bank Negara Vietnam. Sementara itu, penghimpunan dana dari perorangan, organisasi korporasi, dan sekuritas diperkirakan meningkat 33% dibanding tahun sebelumnya. Rasio kredit bermasalah ditargetkan tidak melebihi 2,5%.
Salah satu keputusan penting RUPS tahun ini adalah persetujuan pemegang saham atas rencana pendirian bank anak (100% dimiliki di dalam negeri) yang akan beroperasi dalam kerangka Pusat Keuangan Internasional Vietnam (Vietnam International Finance Centre/VIFC). Nam A Bank menyebut dirinya sebagai bank pertama yang secara resmi mengumumkan rencana pendirian bank anak di dalam VIFC, sebagai bagian dari strategi pengembangan jangka panjang dan perluasan operasi keuangan internasional.
Sebelumnya, pada Februari 2026, Vietnam International Finance Centre di Kota Ho Chi Minh (VIFC-HCMC) resmi diluncurkan, dengan Nam A Bank sebagai salah satu anggota strategis. Tran Khai Hoan, Anggota Dewan Direksi sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Nam A Bank, menyatakan bank berupaya mengambil peran pelopor dalam “menghijaukan” arus modal dan menarik sumber daya internasional, serta melihat inisiatif tersebut terkait erat dengan agenda pembangunan berkelanjutan.
Selain rencana bank anak di VIFC, Nam A Bank juga menyampaikan rencana ekspansi melalui pendirian atau akuisisi anak perusahaan dan perusahaan afiliasi di sektor-sektor yang dinilai berpotensi tinggi, seperti sekuritas, asuransi, pembiayaan sewa, dan manajemen dana. Bank juga berencana melanjutkan pengembangan jaringan ke pasar internasional melalui pendirian cabang atau kantor perwakilan.
Dalam strategi jangka menengahnya, Nam A Bank menempatkan transformasi digital dan pembangunan hijau sebagai dua pilar utama, melalui investasi teknologi, penyempurnaan ekosistem digital, serta perluasan kredit bagi proyek-proyek berkelanjutan dan ramah lingkungan.
RUPS juga menyetujui pembagian dividen sebesar 20% dalam bentuk saham. Selain itu, pemegang saham menyetujui rencana peningkatan modal dasar lebih dari VND 5.431 miliar yang akan dilaksanakan pada kuartal II dan III 2026 melalui tiga metode: penerbitan saham untuk meningkatkan modal ekuitas dari ekuitas pemilik, penerbitan saham melalui program opsi saham karyawan (ESOP), serta penawaran saham secara privat kepada investor profesional.