Michael Bambang Hartono, pemilik Grup Djarum dan salah satu tokoh penting dunia bisnis Indonesia, meninggal dunia pada Kamis, 19 Maret 2026, pukul 13.15 waktu Singapura. Kabar duka tersebut dikonfirmasi Corporate Communication Senior Manager Grup Djarum, Budi Darmawan, yang menyebut almarhum wafat di Singapura.
“Keluarga Besar PT Djarum berduka cita mendalam atas wafatnya Pimpinan Kami, Pak Michael Bambang Hartono,” kata Budi kepada media.
Michael Bambang Hartono lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 2 Oktober 1939. Ia dikenal luas sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia, sekaligus figur berpengaruh dalam perkembangan bisnis nasional. Dalam sejumlah catatan, kekayaannya disebut mencapai Rp365 triliun.
Hingga kini, informasi mengenai penyebab wafatnya serta prosesi pemakaman masih menunggu keputusan dari pihak keluarga.
Perjalanan bisnis
Michael Bambang Hartono memulai kiprahnya setelah mewarisi perusahaan rokok Djarum dari ayahnya, Oei Wie Gwan, pada 1963. Di bawah kepemimpinannya, Djarum tumbuh menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. Pada 2012, perusahaan ini disebut menguasai 19% pangsa pasar rokok nasional.
Selain mengembangkan bisnis rokok, Michael bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, melakukan diversifikasi usaha dengan masuk ke sektor perbankan. Mereka membeli saham Bank Central Asia (BCA) setelah krisis ekonomi Asia 1997–1998. Pada 2002, keduanya mengakuisisi 51,15% saham BCA, yang kini menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia.
Portofolio bisnis keduanya kemudian meluas ke sejumlah sektor lain, termasuk elektronik, properti, dan teknologi. Merek Polytron serta investasi di perusahaan rintisan game seperti Razer disebut menjadi bagian dari strategi diversifikasi tersebut.
Gambaran harta kekayaan
Nilai kekayaan Michael Bambang Hartono tercatat bervariasi bergantung pada sumber dan waktu pencatatan. Forbes mencatat, pada Maret 2026, kekayaan gabungan Michael dan Robert Budi Hartono mencapai USD 43,8 miliar. Pada Desember 2024, kekayaan bersih Michael disebut sebesar USD 25,1 miliar, yang menempatkannya di peringkat ke-76 orang terkaya di dunia.
Bloomberg Billionaires Index mencatat kekayaan Michael bernilai Rp306,23 triliun (USD 18,4 miliar) pada Februari 2026. Sementara itu, Forbes juga mencatat bahwa pada 2022 total kekayaan Hartono bersaudara mencapai USD 47,7 miliar, menjadikan mereka sebagai orang terkaya di Indonesia.
Di tengah besarnya nilai aset yang dikaitkan dengan namanya, Michael kerap digambarkan memiliki gaya hidup sederhana dan disebut sering terlihat makan di warung.
Filantropi dan olahraga
Di luar dunia usaha, Michael Bambang Hartono dikenal aktif dalam kegiatan sosial melalui Djarum Foundation. Yayasan ini berfokus pada bidang pendidikan, olahraga, lingkungan, dan budaya, termasuk program-program yang ditujukan untuk peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Ia juga dikenal sebagai atlet bridge nasional. Michael disebut meraih medali perunggu pada Kejuaraan Dunia 2008, 2009, dan 2010. Pada Asian Games 2018, ia juga meraih medali perunggu bersama kontingen Indonesia.
Kepergian Michael Bambang Hartono menjadi duka bagi keluarga besar PT Djarum dan dunia usaha di Indonesia, mengingat perannya dalam membangun dan memperluas bisnis, serta keterlibatannya dalam kegiatan sosial dan olahraga.