Jakarta — Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan pentingnya literasi finansial bagi atlet, terutama untuk mempersiapkan tabungan dan kondisi keuangan setelah tidak lagi aktif sebagai atlet profesional.
Erick mengatakan, atlet perlu memikirkan perencanaan keuangan sejak dini. Ia menilai, atlet di sejumlah negara lain yang berhasil meraih medali emas turut menyiapkan tabungan untuk masa depan mereka.
“Para atlet ini, semua yang di sebelah (negara lain) pada dapat emas pada nabung untuk masa depan mereka. Jadi ini yang kami juga tekankan. Saya sama Pak Wamen (Taufik Hidayat) apalagi beliau juga bekas atlet ya, peraih medali emas Olimpiade, jalur karir nanti kita akan mulai rapatkan di Kemenpora,” ujar Erick dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.
Ia menambahkan, pembahasan mengenai jenjang karier atlet akan mulai dirapatkan di Kementerian Pemuda dan Olahraga. Menurutnya, kajian tersebut kemungkinan akan mulai dipikirkan pada tahun depan, mengingat pada tahun ini Kemenpora telah memiliki 28 program.
Sebelumnya, Erick juga mengingatkan bahwa masa karier atlet relatif tidak panjang. Karena itu, ia menilai bonus SEA Games Thailand 2025 perlu diarahkan untuk investasi pada aset, pendidikan, serta asuransi kesehatan.
Selain itu, pemerintah merencanakan penyediaan dana pensiun bagi atlet dan pelatih yang telah mengharumkan Indonesia di kancah internasional. Erick turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang disebutnya memberikan penghargaan kepada atlet dan pelatih melalui penyiapan dana pensiun, bukan semata bonus.

