BERITA TERKINI
Menperin: RI Masih Impor Pati Ubi Kayu Meski Ekspor Naik, Ini Tantangannya

Menperin: RI Masih Impor Pati Ubi Kayu Meski Ekspor Naik, Ini Tantangannya

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan Indonesia masih bergantung pada impor pati ubi kayu, meski kinerja ekspor produk olahan singkong tersebut menunjukkan peningkatan. Ketergantungan impor ini disebut menjadi pekerjaan rumah bagi industri dalam negeri.

Dalam keterangannya di Kementerian Perindustrian pada Kamis, 22 Januari 2026, Agus memaparkan bahwa hingga November 2025 nilai ekspor pati ubi kayu Indonesia mencapai US$18,7 juta. Angka itu naik 58,34% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, pada saat yang sama Indonesia masih mengimpor pati ubi kayu senilai US$73,8 juta. Meski nilai impor tersebut turun 54,59% dibandingkan tahun sebelumnya, Agus menilai selisih antara ekspor dan impor masih lebar.

Menurut Agus, industri pati ubi kayu domestik masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait persaingan harga dan kualitas dengan produk impor. Kondisi itu membuat produk impor kerap lebih kompetitif di pasar, sehingga menyulitkan produk nasional untuk menguasai kebutuhan dalam negeri.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah mendorong sinergi antara produsen pati ubi kayu dan industri pengguna melalui mekanisme Neraca Komoditas (NK). Agus mengatakan kebijakan ini diharapkan dapat mendukung perkembangan industri pati ubi kayu dalam negeri, meningkatkan utilisasi, serta memperbaiki kualitas produk sejalan dengan kebutuhan industri pengguna.

Agus juga menyinggung tingkat utilisasi industri pati ubi kayu yang masih rendah. Berdasarkan data SIINas dan OSS, utilisasi perusahaan tercatat berada di angka 43%. Industri pati ubi kayu merupakan binaan Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian.