Program literasi keuangan JA SparktheDream dirancang dengan pendekatan lintas ruang, menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan praktik di rumah bersama keluarga. Melalui skema ini, siswa tidak hanya menerima materi di kelas, tetapi juga melanjutkannya lewat aktivitas yang melibatkan orang tua.
Dalam empat sesi pembelajaran interaktif, fasilitator PJI, guru, dan relawan FWD Insurance mengajak siswa memahami konsep dasar keuangan. Materi tersebut kemudian dipraktikkan melalui diskusi keluarga, pencatatan pengeluaran sederhana, hingga latihan mengambil keputusan finansial sehari-hari dengan pendampingan orang tua. Pendekatan ini ditujukan agar literasi keuangan tidak berhenti pada pengetahuan, melainkan menjadi kebiasaan dalam kehidupan anak.
Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance, Rudy F. Manik, menilai keterlibatan orang tua dan sekolah menjadi faktor penting di tengah kompleksitas ekosistem keuangan digital. Menurutnya, anak-anak semakin cepat terpapar berbagai pilihan finansial beserta risikonya, sehingga pembelajaran perlu relevan dengan realitas mereka dan melibatkan orang tua serta sekolah sebagai satu ekosistem.
Di sisi lain, PJI menekankan peran guru sebagai investasi jangka panjang dalam membangun literasi keuangan berkelanjutan di sekolah. Guru diposisikan bukan sekadar penyampai materi, tetapi juga penggerak program dengan dukungan metodologi dan materi yang dapat diadaptasi ke dalam kurikulum.
Pendekatan berbasis ekosistem ini juga dinilai relevan dengan kondisi literasi keuangan nasional. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan indeks literasi keuangan pelajar dan mahasiswa masih berada di angka 56,42%. Di tengah kemudahan akses layanan keuangan digital, termasuk dompet digital, minimnya pemahaman berpotensi menimbulkan risiko sejak usia muda.
Karena itu, JA SparktheDream diawali dengan seminar literasi keuangan bagi orang tua dan siswa bertajuk “Kelola Uang Hari Ini, Aman Esok Hari”. Melalui integrasi pembelajaran di sekolah dan rumah, program ini diharapkan dapat memperkuat fondasi literasi keuangan, tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga membentuk pola pikir dan kebiasaan finansial yang sehat sejak dini.

