Tabung gas nitrous oxide (N2O) yang dikenal dengan nama “Whip Pink” menjadi perbincangan warganet setelah dikaitkan dengan kabar meninggalnya seorang selebgram. Banyak orang awalnya mengira benda tersebut merupakan obat terlarang atau pil diet, namun belakangan diketahui sebagai tabung gas yang lazim dipakai untuk membuat whipped cream.
Dokter Dion Haryadi, PN1, CHC, AIFO-K, menjelaskan bahwa tabung tersebut berisi nitrous oxide, gas yang secara legal digunakan di dunia medis dan kuliner. Di dapur, N2O berfungsi membantu krim mengembang dan menghasilkan busa yang lembut.
Di bidang medis, nitrous oxide dikenal sebagai anestesi ringan dan pereda nyeri. Namun, risiko muncul ketika gas ini digunakan di luar tujuan aslinya, terutama dengan cara dihirup langsung untuk mendapatkan efek tertentu.
Menurut dr. Dion, nitrous oxide dapat menimbulkan efek sedatif ringan yang membuat pengguna merasa tenang, melayang, hingga euforia dalam waktu singkat. Karena efek tersebut, N2O kerap disebut “laughing gas” atau gas tawa. Efek yang cepat dan singkat ini juga dapat menimbulkan anggapan keliru bahwa penggunaannya aman, mengingat gas tersebut digunakan untuk makanan dan dipakai di fasilitas kesehatan.
Padahal, konteks penggunaan medis berbeda jauh. Dr. Dion menegaskan bahwa saat dipakai sebagai anestesi, N2O selalu dicampur dengan oksigen, dosisnya diatur ketat, dan pasien dimonitor langsung oleh dokter. Tanpa pengawasan dan tanpa oksigen pendamping, risiko meningkat drastis.
Menghirup nitrous oxide secara langsung tanpa oksigen tambahan dapat membuat tubuh kekurangan oksigen dalam waktu singkat. Dr. Dion menyebut penyalahgunaan akut sesekali mungkin tampak tidak terlalu bermasalah, tetapi penggunaan kronis, rutin, dan jangka panjang dapat memicu masalah kesehatan serius.
Dampak yang disebutkan meliputi hipoksia atau kondisi kekurangan oksigen, pingsan, gangguan mood, serta gangguan saraf seperti kesemutan, gangguan keseimbangan, hingga kerusakan persarafan. Dalam kondisi tertentu, penyalahgunaan N2O juga dapat memicu kematian mendadak.
Whip Pink merujuk pada produk nitrous oxide yang dipasarkan dengan visual mencolok. Dari tampilan media sosialnya, produk ini tampil dengan dominasi warna pink dan gaya konten yang dekat dengan nuansa hiburan serta gaya hidup urban. Produk tersebut juga disebut diklasifikasikan berdasarkan wilayah seperti Jakarta dan Bali.
Pembahasan mengenai Whip Pink kembali menyorot pentingnya memahami perbedaan antara penggunaan nitrous oxide yang legal dan terkontrol dengan penyalahgunaan yang berisiko. Sensasi singkat yang dicari sebagian orang dapat berujung pada dampak kesehatan jangka panjang hingga mengancam nyawa.

