Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan kinerja ekspor Indonesia sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan 6,15% di tengah dinamika perdagangan global yang penuh ketidakpastian. Ia juga menyebut neraca perdagangan Indonesia tetap membukukan surplus yang telah berlangsung selama 68 bulan berturut-turut, dengan peningkatan surplus sebesar 31%.
Pernyataan tersebut disampaikan Budi dalam konferensi pers peluncuran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada Kamis (26/2/2026). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa capaian ekspor dan surplus neraca perdagangan menunjukkan perdagangan Indonesia tetap bertumbuh positif di tengah kondisi global saat ini.
Menurut Budi, hasil tersebut menjadi indikator ketahanan sektor perdagangan nasional. Pemerintah, kata dia, terus menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga momentum, salah satunya melalui penyelenggaraan TEI 2026 yang diharapkan dapat mendorong peningkatan ekspor.
Untuk TEI 2026, Kementerian Perdagangan menargetkan nilai transaksi mencapai USD 17,5 miliar atau sekitar Rp 293 triliun. Target ini lebih tinggi dibandingkan target tahun sebelumnya yang sebesar USD 16,5 miliar atau sekitar Rp 273 triliun.
Budi menyampaikan optimisme bahwa TEI 2026 dapat menjadi salah satu penggerak penguatan kinerja ekspor Indonesia ke pasar global, seiring dengan tren surplus neraca perdagangan yang berlanjut.

