BERITA TERKINI
Menag Nasaruddin Soroti Dampak Gerakan Boikot, Sebut Pelaku Usaha Ikut Tertekan

Menag Nasaruddin Soroti Dampak Gerakan Boikot, Sebut Pelaku Usaha Ikut Tertekan

Menteri Agama Nasaruddin menyatakan tidak sependapat dengan gerakan boikot terhadap produk yang dianggap pro-Israel dan Amerika Serikat. Ia menilai, gerakan semacam itu berpotensi menimbulkan kerugian ganda bagi umat Islam, karena di satu sisi terjadi pembantaian di luar negeri, sementara di dalam negeri dampaknya dapat berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dalam konteks itu, Nasaruddin mengundang para pelaku usaha ke Masjid Istiqlal sebagai bentuk keprihatinannya terhadap gerakan boikot. Menurutnya, dunia usaha berada dalam tekanan dari berbagai arah.

Ia menggambarkan bahwa pelaku usaha kerap menghadapi beban dari “atas”, termasuk pajak dan berbagai permintaan lain. Di saat yang sama, ia menyinggung adanya pihak-pihak yang beroperasi secara ilegal tanpa pungutan apa pun. “Kita jangan sampai membunuh ibu binatang,” kata Nasaruddin.

Nasaruddin juga menilai tokoh agama perlu berpihak kepada masyarakat yang tertindas, termasuk pelaku usaha yang menurutnya tertekan oleh berbagai kondisi. Ia menyebut pelaku usaha menghadapi tekanan dari atas, “digerogoti dari bawah”, persaingan yang tidak sehat, serta praktik “loncat pagar”. Dalam posisi seperti itu, kata dia, mereka perlu dibela agar masuk kategori kelompok yang tertindas.

Ia menegaskan undangan ke Masjid Istiqlal tersebut bukan untuk meminta sesuatu dari pelaku usaha, melainkan sebagai bentuk dukungan. Nasaruddin mengatakan makan siang yang disediakan berasal dari dana Istiqlal. “Ini ingin memberikan dukungan, supporting kepada dunia usaha. Karena tanpa dunia usaha, enggak mungkin Indonesia bisa survive,” ujarnya.