BERITA TERKINI
Marwan Jafar: Kebijakan Ekonomi Perlu Berpijak pada Empat Pilar untuk Jaga Stabilitas Nasional

Marwan Jafar: Kebijakan Ekonomi Perlu Berpijak pada Empat Pilar untuk Jaga Stabilitas Nasional

Anggota MPR RI Marwan Jafar mengingatkan pemerintah agar mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menilai Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar semboyan, melainkan fondasi penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi agar tidak terpuruk lebih dalam.

Pernyataan itu disampaikan Marwan saat mengisi agenda Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di Hotel Safin, Pati, Senin (16/3/2026). Marwan hadir secara daring dalam kegiatan yang dihadiri berbagai tokoh masyarakat Pati.

Marwan menegaskan penguatan ekonomi merupakan amanat UUD 1945. Karena itu, ia meminta negara lebih serius merumuskan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Negara harus serius dan tepat dalam mengambil kebijakan. Ekonomi makro yang dirancang pemerintah wajib memberikan dampak positif yang nyata bagi sektor ekonomi mikro,” ujar Marwan.

Dalam pemaparannya, ia juga menyinggung dampak perang antara AS-Israel dengan Iran yang menurutnya mengguncang stabilitas dunia. Marwan menilai Indonesia perlu merespons situasi tersebut melalui kebijakan yang mampu melindungi berbagai sektor domestik agar terhindar dari krisis yang dapat mengancam kedaulatan ekonomi.

Marwan turut memberikan catatan terkait strategi bantuan pemerintah. Ia menekankan, menjaga stabilitas ekonomi tidak cukup hanya mengandalkan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Menurutnya, pemerintah perlu memberi perhatian lebih kepada usaha menengah ke bawah.

Ia menambahkan, sebagai tulang punggung ekonomi, UMKM perlu didorong agar lebih mandiri dan memiliki daya saing tinggi.

Menutup pemaparannya, legislator asal Pati itu mengajak seluruh elemen masyarakat menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagaimana tertuang dalam Pancasila. Ia optimistis Indonesia dapat melewati masa sulit jika sinergi kolektif terbangun dengan baik.

“Pancasila adalah panduan kita. Prinsip keadilan sosial dan gotong royong memastikan tidak ada kelompok yang tertinggal. Kelas ekonomi atas harus menopang yang di bawah. Inilah wujud nyata dari Bhinneka Tunggal Ika dalam ketahanan nasional kita,” pungkasnya.