Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) BBK 7 Universitas Airlangga melaksanakan program bertema Usaha Cakap Digital untuk memperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi. Program ini digelar melalui dua rangkaian kegiatan, yakni survei pada 8–9 Januari 2026 dan sosialisasi pada 18 Januari 2026.
Rangkaian pertama dilakukan melalui survei lapangan yang menyasar sejumlah pelaku UMKM di lokasi usaha masing-masing. Tim pelaksana menggali informasi terkait proses produksi, metode pemasaran, distribusi produk, serta tingkat pemanfaatan teknologi dalam pengembangan usaha.
Dari survei tersebut, tim menemukan bahwa sebagian besar pelaku UMKM masih mengandalkan sistem penjualan konvensional. Selain itu, pemahaman mengenai pemasaran digital dan pencatatan keuangan dinilai masih terbatas.
Ketua UMKM Desa Sukorejo, Sudarto, mengatakan mayoritas pelaku UMKM di wilayahnya belum terbiasa dengan pengelolaan keuangan dan strategi pemasaran digital. “Mayoritas pelaku UMKM di desa kami belum familiar dengan pengelolaan keuangan dan strategi pemasaran digital. Mereka membutuhkan pendampingan bertahap agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan meningkatkan daya saing,” ujarnya.
Temuan dari survei menjadi dasar pelaksanaan tahap kedua berupa sosialisasi Usaha Cakap Digital yang diikuti 18 peserta. Kegiatan ini menitikberatkan pada pemahaman digitalisasi usaha, pencatatan keuangan sederhana, perhitungan biaya produksi, serta strategi menentukan harga dan keuntungan.
Selain pemaparan materi, sosialisasi juga diisi diskusi interaktif, studi kasus, dan sesi tanya jawab. Rangkaian tersebut diarahkan agar peserta dapat memahami penerapan digitalisasi secara lebih praktis dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Kegiatan ini turut didukung aparat desa dan diikuti secara aktif oleh para pelaku UMKM. Hasil yang dicatat antara lain terkumpulnya data kebutuhan UMKM serta meningkatnya literasi digital peserta. Dampak awal yang terlihat adalah tumbuhnya kesadaran pelaku usaha untuk mulai menerapkan pencatatan keuangan yang lebih rapi dan mencoba strategi pemasaran berbasis digital secara bertahap.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan UMKM Desa Sukorejo secara berkelanjutan.

