BERITA TERKINI
Mahasiswa Administrasi Publik dan Sosiologi UNAIR Dalami Reformasi Birokrasi dan Inovasi Layanan di Yogyakarta

Mahasiswa Administrasi Publik dan Sosiologi UNAIR Dalami Reformasi Birokrasi dan Inovasi Layanan di Yogyakarta

Sebanyak 150 mahasiswa Program Studi Administrasi Publik dan Sosiologi Universitas Airlangga (UNAIR) mengikuti Praktik Kuliah Lapangan (PKL) selama dua hari pada 5–6 November 2025. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap praktik birokrasi dan pemerintahan, sekaligus mengaitkannya dengan materi perkuliahan.

PKL tersebut menekankan pendalaman tiga mata kuliah, yakni Analisis Kebijakan Publik, Reformasi Administrasi Publik, serta Reformasi dan Inovasi Pelayanan Publik. Selama kegiatan, mahasiswa melakukan kunjungan ke dua institusi pemerintahan, yaitu Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) serta Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfo) Kota Yogyakarta.

Pada hari pertama, mahasiswa mengunjungi Bapperida DIY yang berperan sebagai pusat perencanaan pembangunan daerah. Dalam kunjungan ini, mereka mempelajari nilai budaya kerja aparatur sipil negara (ASN) “SATRIA”, singkatan dari Santun, Amanah, Teladan, Rela Melayani, Inovatif, dan Akuntabel. Nilai tersebut diperkenalkan sebagai fondasi etika dan perilaku aparatur pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan publik, sekaligus menegaskan bahwa reformasi birokrasi tidak hanya berkaitan dengan perubahan struktur, tetapi juga pembentukan karakter dan integritas.

Selain budaya kerja, mahasiswa juga memperoleh paparan mengenai sejumlah inovasi digital, di antaranya Sengguh Jogjaprov, Jogja Dataku, dan Sibakul Jogja. Ketiga platform itu menggambarkan upaya Pemerintah DIY dalam mendorong transparansi, keterbukaan data, serta pemberdayaan masyarakat. Sengguh Jogjaprov diperkenalkan sebagai sarana komunikasi dua arah antara pemerintah dan warga, Jogja Dataku menekankan pentingnya data akurat dalam penyusunan kebijakan berbasis bukti, sementara Sibakul Jogja menjadi contoh inovasi pelayanan yang mendukung pelaku UMKM.

Hari kedua diisi dengan kunjungan ke Diskominfo Kota Yogyakarta, yang berperan dalam penguatan digitalisasi pemerintahan. Mahasiswa diperkenalkan pada Jogja Smart Service (JSS), portal layanan publik berbasis digital yang dapat diakses melalui jss.jogjakota.go.id. Melalui platform tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan secara daring, mulai dari administrasi, perizinan, pengaduan, hingga pajak daerah.

Dalam sesi diskusi, mahasiswa juga mendapatkan penekanan bahwa transformasi digital tidak semata soal penerapan teknologi, tetapi juga perubahan pola pikir dan manajemen perubahan di kalangan aparatur. Diskominfo menyoroti aspek keamanan data, integrasi antarinstansi, serta pentingnya inklusivitas digital agar layanan dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan. Pendekatan berbasis manusia turut ditekankan sebagai bagian dari inovasi pelayanan publik.

Melalui rangkaian PKL ini, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai penerapan reformasi dan inovasi pemerintahan di lapangan. Pengalaman di Yogyakarta memperlihatkan bagaimana birokrasi berupaya menyeimbangkan kearifan lokal dengan inovasi digital untuk menghadirkan layanan publik yang efektif dan berkeadilan.