Pekanbaru—Mahkamah Agung (MA) menegaskan komitmennya untuk mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) melalui pendampingan langsung ke daerah dalam penyusunan laporan keuangan. Upaya tersebut diwujudkan lewat Konsolidasi Penyusunan Laporan Keuangan Tahun 2025 yang digelar Biro Keuangan MA RI bersama Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Pekanbaru selaku Koordinator Wilayah (Korwil) Riau.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 2–4 Februari 2026, di Aula PTA Pekanbaru. Konsolidasi diikuti para sekretaris dan operator keuangan dari 26 satuan kerja tiga lingkungan peradilan se-Riau Daratan, meliputi Peradilan Agama, Peradilan Umum, dan Peradilan Tata Usaha Negara.
Forum ini diarahkan untuk menyamakan persepsi, memverifikasi data, serta memastikan kepatuhan pelaporan keuangan sesuai ketentuan yang berlaku. Acara dibuka Ketua PTA Pekanbaru Dr. H. M. Sutomo, S.H., M.H., dan dihadiri jajaran pimpinan PTA Pekanbaru serta Tim Asistensi Biro Keuangan MA RI yang dipimpin Kepala Subbagian Akuntansi II Nugroho Urip Widodo, bersama Fadhli Setianto dan Hendro Prio Sasongko.
Dalam sambutannya, Sekretaris PTA Pekanbaru Dr. Mukti Ali, S.Ag., M.H. menyatakan konsolidasi merupakan bagian dari upaya mewujudkan manajemen peradilan yang transparan dan profesional. Ia menekankan kualitas laporan keuangan ditentukan oleh perencanaan anggaran, pelaksanaan yang tertib, serta penataan aset yang dikelola oleh sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas.
Mukti Ali juga menyampaikan bahwa capaian Korwil PTA Pekanbaru sebagai Korwil Terbaik Pagu Sedang pada tahun sebelumnya disebut tidak terlepas dari sinergi antara satuan kerja, Korwil, dan tim asistensi MA. Ia berharap forum konsolidasi dapat menjadi ruang untuk menemukan solusi atas kendala yang dihadapi satuan kerja.
Sementara itu, Nugroho Urip Widodo menyoroti pentingnya ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan dan PIPK. Ia menyebut konsolidasi sebagai fase krusial untuk menjaga kualitas laporan sekaligus mempertahankan opini WTP yang telah diraih MA sebanyak 13 kali berturut-turut.
Ketua PTA Pekanbaru menegaskan konsolidasi tidak sekadar rutinitas administratif, melainkan wujud komitmen bersama menjaga akuntabilitas dan tertib pengelolaan keuangan negara. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan asistensi teknis dengan harapan menghasilkan laporan keuangan yang akurat, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan, sejalan dengan semangat Korwil Riau “PATEN” (Profesional, Akuntabel, Terdepan, Efesien, No KKN).

