Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat pertumbuhan tabungan masyarakat dengan saldo kecil masih melambat hingga akhir 2025, sementara simpanan kelompok dengan saldo besar meningkat tajam.
Pjs. Anggota Dewan Komisioner Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank LPS, Ferdinand Purba, mengatakan simpanan dengan saldo di bawah Rp100 juta tumbuh 3,43% secara tahunan (year on year/yoy) pada Desember 2025.
“Yang di bawah Rp100 juta ini pertumbuhannya year on year itu 3,43 persen. Jadi memang kalau dilihat dari pertumbuhan total memang dia lebih rendah tapi tumbuh,” ujar Ferdinand dalam konferensi pers TBP, dikutip Jumat, 23 Januari 2026.
Di sisi lain, simpanan dengan saldo di atas Rp5 miliar mencatat pertumbuhan 22,76% hingga Desember 2025. Ferdinand menjelaskan, kenaikan tersebut antara lain dipengaruhi oleh penempatan dana pemerintah berupa Saldo Anggaran Lebih (SAL).
“Ini mungkin juga dipengaruhi, dikontribusi adanya penempatan dana SAL pemerintah ya, itu mungkin presentasinya cukup tinggi,” ungkapnya.
Selain perkembangan simpanan, LPS juga mencatat jumlah penduduk yang belum memiliki rekening bank (unbanked) terus menurun. Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, menyebut jumlah masyarakat unbanked usia 15–69 tahun turun menjadi 15,3 juta orang pada 2025, dari sebelumnya 18,2 juta orang.
“Data unbanked sudah menunjukkan tren penurunan. Untuk usia 15-69 tahun totalnya 23,5 juta dan turun menjadi 15,3 juta di tahun 2025. Namun jumlah ini menurut kami masih cukup besar dan harus terus diturunkan,” kata Farid.

