Lazio gagal membawa pulang kemenangan setelah bermain imbang 0-0 melawan Lecce di Stadio Via del Mare, Sabtu (24/1) malam. Hasil ini memperpanjang sorotan terhadap performa tim asuhan Maurizio Sarri yang dinilai kurang tajam dan minim kreativitas di lini serang.
Sepanjang pertandingan, Lecce justru memiliki peluang yang lebih berbahaya. Salah satu kesempatan terbaik datang dari tembakan Ylber Ramadani yang membentur mistar gawang. Bagi Lazio, catatan positif dari laga ini adalah torehan clean sheet ke-11 mereka musim ini.
Usai pertandingan, Sarri secara terbuka menyampaikan kekecewaannya. Dalam wawancara dengan Sky Sport Italia, pelatih veteran itu mengakui adanya penurunan kualitas dalam skuad Lazio musim ini.
Ketika ditanya apakah Lazio sedang mengalami “downgrade”, Sarri menjawab tegas, “Sejauh ini, ya. Kita lihat saja di akhir musim, tapi sampai sekarang, ya.”
Sarri juga menyinggung arah kebijakan klub di bawah Presiden Claudio Lotito, terutama terkait strategi membangun skuad yang lebih muda. Menurutnya, fokus utama seharusnya tetap pada kualitas, bukan sekadar usia pemain.
“Klub bilang ingin membangun skuad muda, tapi harus yang berkualitas. Saya tidak peduli soal umur, mau 20 atau 30 tahun, kalau ada kualitasnya, bagi saya tidak masalah,” ujarnya, merujuk pada kebijakan transfer yang disertai pelepasan pemain berpengalaman.
Di tengah isu eksodus pemain dan situasi internal klub, Sarri menjelaskan alasan ia tetap bertahan. Ia menyebut komitmennya kepada suporter sebagai faktor utama.
“Saya sudah bilang banyak hal ke fans Lazio. Saya bilang musim ini saya akan lakukan apa saja, dan menerima kompromi apa pun, karena saya sudah berjanji pada mereka,” kata Sarri. Ia juga menggambarkan Lazio sebagai klub dengan ikatan emosional kuat, menyebut adanya “cinta tanpa syarat” dari para pendukung yang menurutnya sulit dipahami dari luar.
Laga melawan Lecce turut diwarnai momen emosional yang melibatkan kapten Alessio Romagnoli. Bek tengah itu tetap dimainkan meski beredar kabar ia telah mengajukan permintaan transfer ke klub Qatar, Al-Sadd. Setelah peluit akhir, Romagnoli mendatangi tribun pendukung Lazio, terlihat emosional, menyerahkan jerseynya kepada ultras, dan menyalami mereka. Gestur tersebut memunculkan tafsir sebagai sinyal perpisahan.
Dari sisi teknis, Sarri kembali menyoroti masalah di sepertiga akhir lapangan. Tanpa Taty Castellanos yang telah dijual, Lazio menurunkan Boulaye Dia sebagai starter. Namun, Sarri menilai timnya masih kesulitan memaksimalkan peluang.
“Kami punya striker yang kesulitan mengonversi peluang, atau mungkin salah kami tidak memberi servis yang benar. Kenneth Taylor dan Petar Ratkov terlihat sedikit berkembang, tapi masalah di lini depan ini sulit dipecahkan,” ujarnya.
Sarri menutup pernyataannya dengan nada pesimistis terkait arah tim saat ini. “Apakah kami bergerak ke arah yang benar? Saat ini, perasaan yang kuat mengatakan ‘tidak’. Tapi kita lihat apa yang terjadi beberapa hari ke depan,” katanya.

