BULUKUMBA — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulukumba menyerahkan tabungan premi hasil kerja kemandirian kepada seorang warga binaan yang dinyatakan bebas setelah menyelesaikan masa pidananya, Sabtu (17/01/2026).
Tabungan premi tersebut merupakan akumulasi dari keikutsertaan warga binaan dalam berbagai program pembinaan kemandirian selama menjalani masa pidana. Program ini dirancang untuk membekali keterampilan teknis sekaligus memberikan apresiasi ekonomi atas produktivitas warga binaan.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Lapas Kelas IIA Bulukumba, Ashari, mengatakan penyerahan tabungan ini menjadi bentuk transparansi serta dukungan lapas agar warga binaan memiliki bekal saat kembali ke masyarakat.
“Penyerahan tabungan ini adalah hak yang mereka peroleh dari kerja keras selama mengikuti pembinaan kemandirian. Kami berharap dana ini menjadi bekal awal atau modal usaha yang bermanfaat bagi mereka untuk beradaptasi dan memulai lembaran baru di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujar Ashari.
Warga binaan penerima tabungan berinisial AL menyampaikan terima kasih kepada jajaran Lapas Bulukumba. Ia mengaku bersyukur karena selama menjalani masa pidana mendapat kesempatan untuk tetap produktif dan membawa pulang hasil yang dapat dimanfaatkan keluarga.
“Terima kasih kepada Bapak Plh. Kalapas dan seluruh petugas yang telah membina saya. Bekal keterampilan dan tabungan ini akan saya gunakan sebaik-baiknya untuk memulai hidup yang lebih positif di luar nanti,” kata AL.
Lapas Kelas IIA Bulukumba menyatakan akan terus meningkatkan kualitas program pembinaan kemandirian secara berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung reintegrasi sosial, sehingga warga binaan yang bebas memiliki kesiapan mental maupun finansial untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat.

