BERITA TERKINI
Koster Paparkan Proyek Infrastruktur Bali untuk Atasi Kemacetan, Ditargetkan Mulai 2026

Koster Paparkan Proyek Infrastruktur Bali untuk Atasi Kemacetan, Ditargetkan Mulai 2026

Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan sejumlah proyek infrastruktur strategis yang disiapkan Pemerintah Provinsi Bali untuk mengatasi kemacetan sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah. Sejumlah proyek tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan ditargetkan mulai direalisasikan pada 2026.

Selain pembangunan jalan shortcut Singaraja–Mengwitani, Koster menyampaikan pihaknya telah melaporkan dan meminta Menteri PUPR memprioritaskan pembangunan Jalan Underpass Jimbaran sebagai solusi kemacetan di Bali Selatan. Proyek ini disebut telah disetujui dengan estimasi anggaran sekitar Rp350 miliar.

Menurut Koster, saat ini penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan Feasibility Study (FS) untuk underpass tersebut sedang dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten Badung dan ditargetkan rampung paling lambat akhir Februari. Setelah perencanaan selesai, persiapan tender ditargetkan dimulai pada awal April. Adapun tender utama ditargetkan dapat dilakukan pada pertengahan 2026 atau paling lambat Agustus hingga September 2026.

Di sisi lain, Pemprov Bali juga mendapat dukungan pembangunan gedung parkir kendaraan di kawasan Pura Batur, Kabupaten Bangli, dengan anggaran Rp250 miliar dari Kementerian PUPR melalui Direktorat Cipta Karya. Pemerintah provinsi disebut turut menyiapkan pembangunan jalan penghubung serta perencanaan teknis pendukung untuk proyek tersebut.

Koster juga menyampaikan rencana pembangunan jembatan penghubung Nusa Lembongan–Nusa Ceningan. Proyek ini ditujukan untuk membantu mengatasi kemacetan di kawasan Nusa Penida yang kini menjadi destinasi wisata unggulan. Nilai anggaran jembatan tersebut diperkirakan sekitar Rp108 miliar, dengan target kelengkapan seluruh dokumen persyaratan pada 2026.

“Cukup banyak infrastruktur strategis yang dibantu oleh Bapak Menteri PUPR untuk Bali pada tahun 2026. Semua ini untuk mengatasi kemacetan dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Koster.

Pemerintah Provinsi Bali menegaskan akan terus memantau progres perencanaan dan pelaksanaan proyek agar seluruh pembangunan berjalan sesuai jadwal serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.