Pasar mata uang kripto mengalami koreksi tajam pada Senin, ditandai dengan likuidasi lebih dari US$800 juta dalam 24 jam terakhir. Data CoinGlass menunjukkan gelombang likuidasi tersebut terjadi saat sentimen risk-off menguat di kalangan pelaku pasar, seiring meningkatnya ketegangan perang dagang antara Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS).
Tekanan jual terlihat pada aset utama, dengan Bitcoin (BTC) turun di bawah US$93.000. Sejumlah altcoin besar seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan Cardano (ADA) turut melemah mengikuti pergerakan BTC.
Sentimen pasar memburuk setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mengenakan tarif terhadap delapan negara Eropa yang menentang rencananya terkait Greenland. Trump mengumumkan tarif 10% atas barang dari Denmark, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, Inggris, dan Norwegia, yang disebut berlaku mulai 1 Februari hingga AS diizinkan membeli Greenland.
Di sisi lain, laporan Financial Times pada Minggu menyebut ibu kota UE tengah mempertimbangkan penerapan tarif senilai €93 miliar (sekitar US$101 miliar) terhadap AS atau membatasi akses perusahaan-perusahaan Amerika ke pasar blok tersebut sebagai respons atas ancaman Trump.
Meningkatnya ketegangan ini mendorong pelaku pasar mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk kripto, sehingga mempercepat penurunan harga dan memicu likuidasi posisi berleverage. Dari total likuidasi yang tercatat, 90,5% berasal dari posisi beli, yang mencerminkan posisi pasar sebelumnya cenderung terlalu optimistis.
Likuidasi tunggal terbesar terjadi di platform Hyperliquid, yakni pesanan BTCUSDT senilai US$25,83 juta.
Seiring pergeseran sentimen, indeks Fear and Greed turun menjadi 44 pada Senin dari 61 pada Kamis, mengindikasikan perubahan dari optimisme menuju sikap pasar yang lebih berhati-hati.

