Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menandatangani kontrak paket pekerjaan Engineering, Procurement, and Construction (EPC) untuk pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Dumai–Sei Mangkei (Dusem). Penandatanganan berlangsung di Kantor Ditjen Migas, Gedung Ibnu Soetowo, Jakarta, Selasa (16/12).
Penandatanganan kontrak tersebut disaksikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Agung Kuswardono, Direktur Pembinaan Program Migas Hendra Gunawan, Kepala Biro Keuangan ESDM Ari Gemini, Inspektur IV ESDM Bambang Utoro, Sekretaris Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Sahid Junaidi, perwakilan Mubadala Energy, serta jajaran pimpinan kontraktor pelaksana dan manajemen konstruksi.
Proyek strategis nasional ini memiliki panjang sekitar 541 kilometer dan diproyeksikan menjadi tulang punggung distribusi energi yang menghubungkan sumber gas di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera dengan kawasan industri strategis di Aceh, Sumatera Utara, hingga Riau.
Laode menyatakan pemerintah terus mengupayakan pembangunan infrastruktur pipa transmisi gas bumi untuk memperluas akses gas bagi masyarakat di berbagai wilayah. “Infrastruktur memegang peranan penting sebagai salah satu roda penggerak pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan pipa transmisi gas bumi ruas Dumai–Sei Mangkei ini bertujuan memberikan akses energi yang lebih luas kepada sektor industri, komersial, dan masyarakat,” kata Laode dalam keterangannya, Kamis (18/12).
Proyek Dusem dibangun menggunakan dana APBN dan terbagi menjadi dua segmen utama. Segmen 1, dari SKG Belawan hingga Stasiun Labuhan Batu sepanjang kurang lebih 279,8 km, dikerjakan oleh KSO PT Wijaya Karya (Persero) Tbk–PT Nindya Karya. Segmen 2, dari Stasiun Labuhan Batu hingga fasilitas di Duri sepanjang kurang lebih 262 km, dikerjakan oleh KSO PT Remaja Bangun Kencana Kontraktor–PT Brantas Abipraya (Persero)–PT Sumber Bangun Sentosa–PT Singgar Mulia.
Laode menambahkan, pelaksanaan proyek dijadwalkan rampung pada akhir 2027. Ia berharap pekerjaan berjalan lancar dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Agung Kuswardono melaporkan penetapan penyedia jasa telah melalui proses seleksi ketat untuk memastikan prinsip tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya. Menurutnya, berdasarkan diskusi teknis dan klarifikasi, seluruh penyedia menyatakan kesiapan melaksanakan pekerjaan, termasuk ketersediaan personel inti, peralatan utama, serta jadwal pengadaan material yang telah disusun, termasuk komitmen penerapan TKDN.
Agung juga meminta para kontraktor menjaga koordinasi intensif dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), pemerintah daerah, dan masyarakat setempat demi kelancaran pembangunan.
Pipa transmisi gas bumi Dusem didesain berdiameter 20 inci dengan kapasitas penyaluran 109,2 MMSCFD. Proyek ini diharapkan memperkuat konektivitas gas bumi antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera sekaligus menstimulasi pertumbuhan kawasan industri, sehingga menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal di sepanjang jalur pipa dari Belawan hingga Duri.

