Merck & Co. merilis laporan keuangan kuartal IV 2025 sekaligus panduan kinerja untuk 2026. Hasilnya menunjukkan pertumbuhan pendapatan kuartalan yang solid, terutama ditopang obat andalan Keytruda dan terapi baru untuk penyakit paru. Namun, tekanan pada penjualan vaksin Gardasil ikut membebani proyeksi setahun penuh.
Pada kuartal IV 2025, Merck membukukan pendapatan sebesar USD 16,4 miliar, naik 5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dan melampaui perkiraan analis USD 16,17 miliar. Laba per saham yang disesuaikan (adjusted EPS) tercatat USD 2,04, sedikit di atas estimasi USD 2,01. Sementara itu, laba per saham berdasarkan standar akuntansi GAAP berada di USD 1,19, turun dari USD 1,48 pada kuartal IV tahun sebelumnya.
Penjualan Keytruda—obat onkologi utama Merck—mencapai USD 8,37 miliar atau naik 6,8% secara tahunan, juga melampaui perkiraan pasar USD 8,24 miliar. Kinerja ini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan pendapatan perusahaan pada kuartal tersebut.
Di sisi lain, sejumlah produk mencatat kinerja yang lebih lemah. Penjualan Gardasil turun 33% secara tahunan menjadi USD 1,03 miliar. Merck juga menyampaikan tidak ada rencana pengiriman Gardasil ke China pada 2026. Selain itu, penjualan Lagevrio dan Lynparza dilaporkan berada di bawah ekspektasi.
Untuk 2026, Merck memproyeksikan pendapatan berada di kisaran USD 65,5–67 miliar, lebih rendah dari ekspektasi analis sebesar USD 67,5 miliar. Perusahaan juga memperkirakan adjusted EPS pada rentang USD 5,00–5,15, dibandingkan estimasi pasar USD 5,27. Adapun margin kotor diproyeksikan sekitar 82%, sedikit di atas perkiraan pasar 81,8%.
Dari sisi strategi, Merck menyatakan terus berupaya mendiversifikasi portofolio dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan pasar, termasuk berakhirnya paten Keytruda di Amerika Serikat pada 2028. Perusahaan menargetkan penguatan portofolio di bidang onkologi, pulmonologi, dan antivirus, serta melanjutkan inovasi pada produk yang sudah ada.
Merck juga meningkatkan investasi riset dan pengembangan (R&D) serta memperluas kapasitas produksi di AS, dengan rencana belanja modal dan R&D yang diproyeksikan melampaui USD 70 miliar. Selain itu, perusahaan mencapai kesepakatan dengan pemerintah AS terkait tarif impor, di mana produk akan disalurkan melalui program “direct-to-patient” sebagai imbalan atas penundaan tarif selama tiga tahun.
Secara keseluruhan, kinerja kuartal IV menunjukkan pertumbuhan pada area kunci yang sebagian diimbangi oleh pelemahan Gardasil. Sementara itu, panduan 2026 mencerminkan pertumbuhan yang lebih moderat, di tengah langkah Merck mempersiapkan portofolio menghadapi tantangan persaingan generik terhadap Keytruda di masa mendatang.

