BERITA TERKINI
Ken Griffin: Gejolak Obligasi Jepang Jadi Sinyal Peringatan bagi Fiskal AS

Ken Griffin: Gejolak Obligasi Jepang Jadi Sinyal Peringatan bagi Fiskal AS

CEO hedge fund Citadel, Ken Griffin, menilai gejolak di pasar obligasi Jepang sebagai peringatan keras bagi Amerika Serikat (AS) untuk segera membenahi kondisi fiskalnya. Ia mengatakan peristiwa tersebut menunjukkan potensi kembalinya “bond vigilantes”, yakni investor yang menekan pemerintah dengan melepas obligasi saat disiplin fiskal dinilai memburuk.

Dalam wawancara dengan Bloomberg di sela-sela World Economic Forum, Griffin menyoroti aksi jual tajam di pasar obligasi Jepang yang terjadi setelah investor bereaksi terhadap wacana kebijakan pemerintah, termasuk potensi penundaan pajak pangan. Sentimen itu mendorong imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor panjang ke level tertinggi dalam 40 tahun.

Griffin memperingatkan dinamika serupa dapat terjadi di AS apabila defisit fiskal tidak terkendali. Menurut dia, ketika kondisi fiskal tidak ditata dengan baik, investor bisa menekan harga obligasi melalui aksi jual, yang pada gilirannya mengerek imbal hasil.

Ia menilai kenaikan imbal hasil akibat aksi jual berpotensi memaksa pembuat kebijakan mengadopsi kebijakan yang lebih ramah terhadap stabilitas makro. Griffin juga menyebut kekhawatiran pasar terhadap defisit AS yang terus membesar sudah tercermin dari kenaikan imbal hasil obligasi tenor panjang dalam beberapa tahun terakhir.

Griffin menyoroti kondisi yang ia anggap mengkhawatirkan, yaitu pergerakan harga saham dan obligasi yang kini cenderung searah. Pertama, obligasi menjadi kurang efektif sebagai instrumen lindung nilai karena volatilitas pasar dapat memukul saham dan obligasi secara bersamaan. Kedua, muncul kekhawatiran atas kemampuan AS memenuhi kewajiban utangnya apabila surat utang negara mulai dipersepsikan berisiko. Ketiga, kenaikan imbal hasil dapat mendorong biaya pinjaman di seluruh perekonomian menjadi lebih mahal.

“Bunga hipotek akan lebih tinggi, dan biaya pembiayaan defisit juga meningkat,” kata Griffin. Ia menegaskan gejolak yang terjadi di Jepang semestinya menjadi pesan penting bagi Kongres AS untuk segera merapikan kebijakan fiskal.

Dalam beberapa pekan terakhir, kekhawatiran investor terhadap defisit AS disebut semakin menguat seiring meningkatnya tensi geopolitik dan munculnya sejumlah inisiatif kebijakan baru dari Presiden Donald Trump. Dorongan untuk membuat perumahan lebih terjangkau serta wacana tarif baru terhadap Eropa—meski kemudian dibatalkan—dinilai berpotensi memicu inflasi, yang pada akhirnya menekan permintaan terhadap obligasi pemerintah AS.