BERITA TERKINI
Kawasan Industri Hijau di Lebak Disiapkan Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kawasan Industri Hijau di Lebak Disiapkan Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, menyiapkan pengembangan kawasan industri hijau dan ramah lingkungan yang berkelanjutan untuk mendorong pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kawasan ini ditargetkan mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal sekaligus mempercepat pengendalian kemiskinan yang menjadi agenda prioritas Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya.

Pelaksana tugas Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Lebak, Widy Ferdian, mengatakan arah kebijakan tersebut juga mengusung konsep hilirisasi ekonomi, khususnya untuk pengelolaan sumber daya alam (SDA). Menurut dia, Kabupaten Lebak memiliki kekayaan SDA yang beragam serta didukung ketersediaan lahan luas untuk meningkatkan nilai tambah produk.

Sejumlah komoditas yang disebut berpotensi dikembangkan sebagai unggulan hilirisasi antara lain industri Virgin Coconut Oil (VCO), industri Crude Palm Oil (CPO), industri ikan tuna-cakalang-tongkol (TCT) kaleng, industri olahan udang, industri jagung (tepung maizena), serta pengembangan industri karet untuk ban kendaraan.

Pengembangan kawasan industri tersebut direncanakan berlokasi di Kecamatan Cileles dengan luas sekitar 3.190 hektare. Pemerintah daerah berharap kawasan industri hijau itu dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tengah Kabupaten Lebak.

Untuk mendukung rencana ini, Pemerintah Kabupaten Lebak telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Perda tersebut ditujukan untuk menarik investor, baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dengan prioritas pada industri ramah lingkungan agar tidak menimbulkan bencana ekologi.

Pemerintah daerah juga mendorong percepatan investasi melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta Kementerian Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Dari sisi konektivitas, pengembangan kawasan industri disebut ditopang infrastruktur seperti jalan tol Serang–Panimbang, Commuterline Rangkasbitung–Jakarta, serta akses ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Di wilayah Lebak juga terdapat proyek strategis nasional, di antaranya Kota Baru Maja dan Bendungan Karian.

Pemerintah daerah menyatakan harapan agar dalam dua hingga tiga tahun ke depan wilayah Lebak berkembang menjadi kawasan industri, perumahan, pariwisata, dan pusat ekonomi di Banten.