Kawasan industri dinilai semakin berperan dalam mempercepat transformasi industri nasional, tidak hanya sebagai penyedia lahan, tetapi juga sebagai ekosistem terintegrasi yang mendukung hilirisasi, peningkatan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, hingga penguatan daya saing industri Indonesia di tingkat global.
Menteri Perindustrian RI Agus G. Kartasasmita mengatakan perkembangan tersebut menempatkan kawasan industri sebagai salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia. Menurutnya, kawasan industri telah bertransformasi menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi melalui penguatan hilirisasi, peningkatan nilai tambah, serta penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan.
Hingga saat ini, tercatat ada 175 kawasan industri yang telah mengantongi Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) dengan total luas lahan 98.235,5 hektare dan tingkat okupansi 58,19 persen.
Keberadaan kawasan industri tersebut disebut berkontribusi 9,44 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada Triwulan III 2025, serta menyumbang pertumbuhan ekonomi sebesar 0,67 persen.
Agus juga menyampaikan bahwa dalam lima tahun terakhir jumlah kawasan industri meningkat dengan penambahan 57 kawasan industri, atau tumbuh 48,3 persen. Di kawasan industri, terdapat 11.970 perusahaan industri yang beroperasi dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 2,35 juta orang, serta total investasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp6.744,5 triliun.
Di tengah tantangan ekonomi global, Agus menilai peran dan daya saing kawasan industri menjadi kunci untuk menarik investasi industri yang berkualitas dan bernilai tambah tinggi. Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah sebagai regulator dan Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) sebagai representasi para pengelola kawasan industri.
“Kami memandang HKI sebagai mitra strategis dalam perumusan kebijakan yang bertujuan mengoptimalkan peran Kawasan Industri dalam misi industrialisasi nasional, sekaligus memastikan kebijakan di sektor kawasan industri dapat dilaksanakan secara efektif di lapangan,” ujarnya.
Ketua Umum HKI Akhmad Ma’ruf Maulana menyatakan komitmen organisasinya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam menjaga iklim investasi yang kondusif. Ia menegaskan HKI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong kawasan industri yang berdaya saing, berkelanjutan, serta mampu menjawab tantangan ekonomi global sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Perindustrian.

