Sejumlah bank yang tengah tersandung masalah, baik terkait kasus kredit fiktif maupun skandal korupsi, masih menghadapi tantangan untuk memperbaiki kinerja keuangannya. Kasus-kasus tersebut dinilai berdampak pada kondisi keuangan bank yang bersangkutan.
Salah satu yang terdampak adalah PT Bank Woori Saudara Tbk (BWS). Bank ini terseret dugaan fraud kredit senilai sekitar US$ 78,5 juta atau setara Rp1,28 triliun, yang berkaitan dengan transaksi letter of credit (LC) dari salah satu debitur eksportir.
Dampak dari kasus tersebut tercermin pada kinerja keuangan BWS. Hingga November 2025, BWS membukukan kerugian sebesar Rp1 triliun. Di sisi penyaluran kredit, total kredit tercatat menyusut 8,35% secara tahunan menjadi Rp44,3 triliun.

