BERITA TERKINI
Kapitalisasi Pasar BEI Naik 1,29% dalam Sepekan, IHSG Cetak Rekor Tertinggi

Kapitalisasi Pasar BEI Naik 1,29% dalam Sepekan, IHSG Cetak Rekor Tertinggi

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kapitalisasi pasar bursa selama sepekan terakhir meningkat 1,29% menjadi Rp16.512 triliun, dibandingkan Rp16.301 triliun pada pekan sebelumnya. Data tersebut disampaikan BEI melalui siaran pers di Jakarta.

Sejalan dengan itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 1,55% dan ditutup di level 9.075,406 dari posisi 8.936,754 pada pekan lalu. BEI menyebut IHSG dan kapitalisasi pasar kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH), masing-masing di level 9.075,406 dan Rp16.512 triliun.

Di sisi aktivitas perdagangan, rata-rata volume transaksi harian turun 2,68% menjadi 60,13 miliar lembar saham dari 61,79 miliar lembar pada pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga turun 3,24% menjadi 3,86 juta kali transaksi dari 3,99 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Meski demikian, peningkatan terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian yang naik 3,87% menjadi Rp32,68 triliun dari Rp31,46 triliun pada pekan sebelumnya. Secara keseluruhan, data perdagangan saham BEI selama sepekan ditutup mayoritas berada di zona positif.

BEI juga mencatat investor asing membukukan beli bersih (net buy) Rp947,45 miliar pada hari pelaporan. Sepanjang tahun 2026, nilai beli bersih investor asing tercatat sebesar Rp7,30 triliun.

Dari sisi pasar surat utang, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang 2026 mencapai 7 emisi dari 6 emiten dengan nilai Rp218,90 triliun. Secara kumulatif, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 665 emisi dengan nilai outstanding Rp542,85 triliun dan US$134,01 juta, yang diterbitkan oleh 137 emiten.

Untuk Surat Berharga Negara (SBN), BEI mencatat terdapat 190 seri dengan nominal Rp6.484,29 triliun dan US$352,10 juta. Sementara Efek Beragun Aset (EBA) tercatat sebanyak 6 emisi senilai Rp3,99 triliun.

Pada perdagangan Kamis (15/1), IHSG ditutup menguat 42,83 poin atau 0,47% ke posisi 9.075,41. Indeks LQ45 juga naik 7,34 poin atau 0,83% ke posisi 889,43. Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia menyebut indeks saham di Asia ditutup beragam dengan kecenderungan melemah karena pasar global bereaksi terhadap pelemahan saham-saham sektor teknologi serta penurunan tajam harga minyak.

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, empat sektor menguat, dipimpin sektor barang keuangan yang naik 1,20%, diikuti sektor teknologi dan sektor konsumen non primer yang masing-masing naik 1,16% dan 0,96%. Adapun tujuh sektor melemah, dengan penurunan terdalam pada sektor industri sebesar 2,17%, disusul sektor barang baku dan sektor transportasi & logistik yang turun masing-masing 0,79% dan 0,51%.

Pada hari yang sama, saham-saham dengan penguatan terbesar adalah ZATA, ESTI, INOV, BELL, dan CHEM. Sementara saham-saham yang melemah paling dalam yaitu NICL, SGER, ACST, BNBR, dan JGLE. Frekuensi perdagangan tercatat 3.373.659 kali transaksi, dengan volume 50,63 miliar lembar saham dan nilai transaksi Rp28,25 triliun. Sebanyak 339 saham menguat, 331 saham melemah, dan 113 saham tidak berubah.