Minat masyarakat Kalimantan Barat terhadap pasar modal meningkat tajam sepanjang 2025. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor di Kalbar mencapai 258.248 orang, bertambah 71.173 investor baru dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Pelaksana Harian Wilayah BEI Kalimantan Barat, Ardhy Anto, menilai pertumbuhan tersebut mencerminkan naiknya kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keuangan serta investasi jangka panjang melalui pasar modal. Ia menyebut lonjakan investor tidak terlepas dari kegiatan edukasi dan sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan dan menyasar berbagai lapisan masyarakat.
Ardhy menyampaikan hal itu pada Jumat (6/2) di Hotel Novotel Pontianak. Menurutnya, edukasi menjadi faktor kunci agar masyarakat tidak hanya mengenal saham, tetapi juga memahami produk pasar modal lain sebagai alternatif investasi.
Secara nasional, BEI mencatat total investor pasar modal—meliputi saham, obligasi, dan reksa dana—naik 36,67 persen menjadi 20,3 juta investor sepanjang 2025. Sementara jumlah investor saham dan surat berharga lainnya meningkat lebih dari 2,2 juta investor menjadi 8,59 juta investor saham.
BEI menyebut capaian nasional tersebut didorong masifnya kegiatan literasi dan inklusi pasar modal. Sepanjang 2025, BEI melalui Kantor Perwakilan dan Galeri Investasi menggelar puluhan ribu kegiatan edukasi, baik secara luring maupun daring.
Khusus di Kalimantan Barat, tercatat 924 kegiatan edukasi pasar modal yang diikuti 171.396 peserta. Selain itu, infrastruktur edukasi juga diperkuat melalui penambahan enam Galeri Investasi baru hingga akhir 2025, sehingga total menjadi 32 galeri yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Galeri ini berfungsi sebagai pusat informasi dan pembelajaran keuangan bagi masyarakat, pelajar, dan mahasiswa.
Di tingkat nasional, BEI juga mencatat 26 pencatatan saham baru dengan dana IPO mencapai Rp18,1 triliun, serta ratusan pencatatan efek lainnya seperti obligasi, sukuk, ETF, dan waran terstruktur. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 22,10 persen sepanjang 2025 dengan kapitalisasi pasar menembus Rp16 ribu triliun.
Memasuki 2026, BEI menargetkan pertumbuhan dua juta investor baru secara nasional. Di Kalimantan Barat, Ardhy mengatakan pihaknya menyiapkan sejumlah program, mulai dari penguatan sinergi dengan pemangku kepentingan industri keuangan, kampanye penggunaan aplikasi IDX Mobile, peningkatan edukasi produk non-saham, hingga pendampingan perusahaan potensial daerah untuk melantai di bursa.
Sejalan dengan strategi tersebut, BEI Kalbar menggelar Workshop Go Public pada Kamis (6/2) bekerja sama dengan Gakeslab Kalbar, GPFI Kalbar, dan HIPMI Kota Pontianak. Workshop bertema “Go Big With Go Public” itu menghadirkan narasumber nasional yang membahas manfaat, proses, serta kisah sukses perusahaan yang telah melakukan penawaran saham perdana (IPO).
Ardhy berharap semakin banyak perusahaan daerah di Kalimantan Barat memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

