PT Asuransi Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS) berencana mengurangi porsi produk asuransi kesehatan dan mengalihkan fokus ke produk asuransi jiwa untuk menjaga pertumbuhan kinerja ke depan.
Direktur Utama JMAS Basuki Agus mengatakan pergeseran strategi ini dilakukan karena produk asuransi jiwa dinilai lebih stabil dan dapat dikelola secara berkesinambungan. Sementara itu, asuransi kesehatan disebut cenderung memiliki fluktuasi klaim yang tajam sehingga memerlukan pengelolaan risiko yang lebih ketat.
“Kalau asuransi kesehatan itu kan karena kontraknya penyakit itu cenderung akan naik turun terlalu tajam, kalau asuransi jiwa itu pertumbuhannya bisa langsung, bisa kelola dengan baik,” ujar Basuki dalam Public Expose Insidentil, Selasa (20/1/2026).
Meski mengurangi porsinya, JMAS menegaskan tetap menerima bisnis asuransi kesehatan dengan pengelolaan klaim yang lebih terkontrol. Perseroan menyatakan kontrol klaim dilakukan melalui sistem internal tanpa mengurangi hak-hak nasabah maupun pemegang polis.
Dari sisi kinerja keuangan, laporan per 31 Desember 2025 mencatat aset JMAS sebesar Rp391 miliar, naik Rp84,83 miliar dibandingkan posisi tahun 2024. Liabilitas kepada pemegang polis tercatat Rp135,79 miliar, meningkat Rp45,23 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
Adapun beban klaim pada 2025 tercatat Rp164,16 miliar, turun Rp54 miliar dibandingkan beban klaim 2024 yang mencapai Rp218 miliar.
Ke depan, JMAS menargetkan pendapatan kontribusi tumbuh sekitar 20%. Dengan target tersebut, perseroan membidik pendapatan kontribusi sekitar Rp360 miliar pada 2026. Sepanjang 2025, pendapatan kontribusi JMAS tercatat Rp295,71 miliar, meningkat dari Rp253,7 miliar pada tahun sebelumnya.

