BERITA TERKINI
Jadwal Penerbitan ORI029: Masa Penawaran hingga Pencatatan, Ini Detail ORI029-T3 dan ORI029-T6

Jadwal Penerbitan ORI029: Masa Penawaran hingga Pencatatan, Ini Detail ORI029-T3 dan ORI029-T6

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Keuangan (DJPPR) akan menerbitkan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029 pada 2026. Seperti seri ORI sebelumnya, ORI029 menawarkan kupon tetap (fixed rate) yang dibayarkan secara berkala dan ditujukan bagi investor ritel yang mengincar pendapatan rutin.

ORI029 terdiri dari dua pilihan tenor, yakni ORI029-T3 dan ORI029-T6. Keduanya berbentuk tanpa warkat (scripless) dan dapat diperdagangkan antar investor domestik setelah melewati ketentuan minimum holding period.

Jadwal penerbitan ORI029

Berdasarkan data Kementerian Keuangan RI – DJPPR, masa penawaran ORI029 berlangsung pada Senin, 26 Januari hingga Kamis, 19 Februari 2026. Tanggal penetapan dijadwalkan pada Senin, 23 Februari 2026, diikuti setelmen pada Rabu, 25 Februari 2026, serta pencatatan di bursa pada Kamis, 26 Februari 2026.

Struktur penerbitan

Target penerbitan ORI029 ditetapkan sebesar Rp25 triliun. Penerbitnya adalah Pemerintah Republik Indonesia. Instrumen ini bersifat scripless dan dapat diperdagangkan antar investor domestik.

Detail ORI029-T3 dan ORI029-T6

ORI029-T3 memiliki jatuh tempo 15 Februari 2029 (tenor 3 tahun) dengan tingkat kupon 5,45%. Sementara ORI029-T6 jatuh tempo pada 15 Februari 2032 (tenor 6 tahun) dengan tingkat kupon 5,8%.

Nilai nominal per unit ditetapkan Rp1.000.000, dengan minimum pemesanan 1 unit atau Rp1.000.000. Batas maksimum pemesanan untuk ORI029-T3 adalah Rp5 miliar, sedangkan ORI029-T6 maksimal Rp10 miliar.

Mekanisme pembayaran kupon

Pembayaran kupon dilakukan setiap tanggal 15. Minimum holding period (MHP) ditetapkan selama 1 kali pembayaran kupon. Pembayaran kupon pertama dijadwalkan pada 15 April 2026, dengan besaran kupon pertama disebut akan ditentukan sesuai tingkat kupon. Bank Indonesia tercatat sebagai agen pembayaran kupon dan pokok.

Dalam aspek distribusi, ORI029 didukung oleh mitra distribusi yang terdiri dari 18 bank umum, 6 perusahaan efek, serta 4 APERD fintech, termasuk Bareksa. Kustodian disebut sebagai Sub-Registry.

Perbandingan pajak dan imbal hasil bersih

Dalam materi yang sama disebutkan bahwa bunga deposito bank besar berada di kisaran 2,5% per tahun. Setelah dipotong pajak 20%, bunga bersih deposito diperkirakan sekitar 2,0% per tahun. Sementara itu, imbal hasil ORI dikenakan pajak 10%.

Dengan ketentuan tersebut, ORI029-T3 disebut memberikan imbal hasil bersih sekitar 4,91% per tahun, sedangkan ORI029-T6 sekitar 5,22% per tahun. Informasi itu juga menyebutkan ORI029 dijamin 100% oleh negara.

Fleksibilitas bagi investor ritel

ORI029 dapat dibeli dengan nominal yang relatif terjangkau. Setelah melewati MHP, ORI juga dapat diperdagangkan di pasar sekunder, sehingga memberi opsi likuiditas bagi investor yang membutuhkan fleksibilitas.

Catatan: Investasi mengandung risiko dan keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi.